Rasanya Berlebaran di Solo

Sampai saat ini, masih teringat kenangan saya yang berlebaran di Solo pada tanggal 1 – 4 September 2011.. setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, saya sekeluarga merasakan 2 hari lebaran di Surabaya. suasana di jalanan Surabaya sangat sepi. Bundaran ITS yang biasanya ramai saat itu hanya dilewati satu kendaraan saja. banyak sekali toko tutup dan Mall isinya orang-orang etnis Tionghoa saja. rasanya seperti berjalan di kota mati, haha.. 😀

Setelah Sholat Ied di SD Muhammadiyah 26 Surabaya, saya sekeluarga pulang ke rumah untuk menyantap hidangan istimewa : opor ayam lezat dengan ketupat buatan kami sendiri. karena terlalu lezat, beberapa kali saya dan adik-adik saya nambah makan, hehe. kemudian kami sekeluarga menuju daerah Bratang untuk bersilaturrahmi kepada salah satu Mbah saya. setelah seharian disana, kamipun pamit pulang.

Hari selanjutnya, kami di rumah saja untuk mempersiapkan keberangkatan mudik esoknya. kami sudah membeli banyak jajanan dan Ibu memasak makanan untuk bekal di perjalanan. saya dan adik-adik bergiliran menyetrika baju-baju. masing-masing dari kami membawa tas ransel sendiri agar tidak repot nantinya. akhirnya esok hari tiba dan tepat pada tanggal 1 September 2011 jam 07.15 WIB, kami berangkat menuju Solo. bismillah 🙂

Perjalanan macet! kami pun semobil mengunjungi kampung tetangga rumah di Nganjuk, setelah itu berhenti lagi untuk sholat dan makan siang. akhirnya.. perjalanan Surabaya-Solo yang biasanya memakan waktu 6-8 jam menjadi 13 jam!!! sungguh melelahkan.. malam hari itu kami langsung terkapar di rumah Solo karena kecapekan. tentu setelah saling bersalaman dengan seluruh sanak keluarga. dan malamnya kami semua ke SGM (Solo Grand Mall), mall pertama di Solo, dan lucunya kami malah makan KFC.. jauh-jauh dari Surabaya ke Solo makannya malah KFC, haha.. esoknya tanggal 2 September, kami sekeluarga menuju Kartasura, kami mengunjungi buanyaaakkk keluarga, kurang lebih 7 rumah saudara kami singgahi! dan tiap rumah memberi kami oleh-oleh makanan, hehe 😀 dan sorenya kami sekeluarga mengunjungi Desa Juwiring – Solo, tempat besan dari tante kami yang baru saja kehilangan suaminya. perjalanan menuju Desa sedikit lama karena jalanan sempit dan sedikit macet. akhirnya kami sampai dan saling bersalaman dengan saudara besan. di sana malah saya dan adik-adik serta para sepupu bernarsis ria berfoto-foto di Desa, hohoho..

Pada tanggal 3 September, saya ikut dengan orang tua dan adik saya yang paling kecil, Jihan serta sepupu saya Uci menuju Wonogiri. kami akan silaturahmi ke besan Om saya sekaligus menjemput keluarga Om saya untuk dibawa ke rumah Solo. kami menyempatkan makan Bakso Raksasa yang sangat terkenal di Wonogiri, enaaakkk 🙂 dan malam harinya, kami sekeluarga mengadakan Pesta BBQ dengan membakar jagung, nugget, sosis, tempura, bakso hingga tahu di depan rumah, ini adalah syukuran wisuda adik saya dan sepupu saya, Ririn.

Lalu tanggal 4 September, kami semua bersiap-siap packing untuk pulang balik ke Surabaya. Paginya, saya ikut dengan kedua orang tua dan Mbah Ti saya untuk ke makam Mbah Kung di Kartasura. saya sempat ke rumah sepupu dulu untuk mengopy foto-foto di kamera DSLR-nya lalu nyusul ke makam. setelah berdoa di depan pusara Mbah Kung, kami pergi ke rumah Om saya untuk mengambil pesanan Tahu Bakso kesukaan adik saya, Jihan. setelah sampai, saya mandi dan bersiap-siap, bahkan masih sempat menjaga Toko Batik milik tante saya sebelum pulang. akhirnya setelah sholat dhuhur, kami sekeluarga berpamitan pulang menuju Surabaya. sampai di Sragen, kami membeli serabi Notosuman yang sangat terkenal lezatnya khas Solo. lalu kami berhenti di Masjid Nganjuk dan makan malam di alun-alun Jombang. saya dan Jihan makan bakso bakar enak 2 porsi cuma 12ribu perak! hehe..

Dan berakhirlah 4 hari saya sekeluarga di Solo. saya sangat menikmati perjalanan mudiknya dan menikmati setiap detik rasa kebahagiaan berkumpul bersama keluarga besar tercinta di Solo. tahun lalu saya mudik ke Palembang, kampung halaman Ayah saya, dan tahun ini ke Solo, kampung halaman Ibu saya. yang paling saya rindukan dari Solo adalah makanan-makanannya yang rasanya lezat dan harganya murah! Teh manisnya yang paling enak sedunia dan udara dingin segar di Solo, berbeda dengan Surabaya yang panas. Sampai jumpa Solo, semoga tahun berikutnya saya kesana lagi, amin.. 🙂

You can’t choose your family, Family is a gift to you!