Sastra dalam komik = For the Rose

Pernah membaca atau melihat komik berjudul “For the Rose” ? bagaimana perasaanmu setelah membacanya? kuharap sama sepertiku, aku merasa : INSPIRED (baca: terinspirasi) setelah membaca komik tebal dari jilid 1 – 9 ini, keren banget!!!

For The Rose

Kisah dimulai saat Yuri Makurano mengalami cobaan berturut-turut : gagal ujian masuk universitas, diputuskan pacar pertamanya, neneknya meninggal dunia, diusir dari apartemen. kemudian Yuri mendapat surat wasiat neneknya yang mengabarkan bahwa Yuri sebenarnya adalah anak dari artis besar, Shoko Hanai. berbekal akte kelahiran, Yuri mendatangi rumah keluarganya. ternyata ada kejutan lain, di rumah itu dia memiliki 3 saudara yang semuanya berasal dari ayah yang berbeda-beda karena hobi ibunya adalah kawin-cerai. anak pertama, Kak Fuyo, wanita cantik yang sangat pemalas dan berlidah tajam serta pernah menikah namun bercerai. anak kedua, Sumire, pria tampan berkacamata hitam yang membenci cewek setelah meninggalnya kekasihnya, Seri. anak keempat, Aoi, remaja tampan yang berwajah lebih cantik daripada perempuan dan homo. posisi anak ketga ditempati Yuri. karena Yuri seorang gadis pendek, gemuk, jelek, berjerawat dan tidak menarik sama sekali, Ia menjadi bahan olokan dan hinaan saudaranya yang lain yang cantik rupawan. bahkan Yuri yang memang sedikit rendah diri itu menganggap dirinya sebagai pembantu di rumah.

Masalah mulai muncul saat Yuri tahu bahwa cinta pertamanya adalah Sumire. saat itu pula, Ia memergoki Aoi mencium Sumire yang tertidur. Konflik terjadi saat Aoi berseteru dengan Yuri karena dianggap penghalang cintanya. Kak Fuyo pun tidak membantu malah membuat panas suasana. lama kelamaan cinta Yuri pada Sumire semakin kuat dan besar. masalah demi masalah muncul. pada akhirnya Aoi akan jatuh cinta pada Yuri sedangkan Sumire mulai menaruh hati juga pada Yuri. karena Yuri secara sah bukan anak kandung Shoko maka Yuri dapat menikah dengan Sumire. kisahnya berakhir bahagia dan kesemua tokohnya mendapatkan pencerahan masing-masing.

yang dicermati dalam komik ini adalah statement , THE BEAUTY AND THE BEAST. klasik namun tak pernah basi. dalam komik ini diberikan paradigma baru akan arti cantik dan jelek. mengapa orang jelek selalu terhina dan orang cantik selalu dipuja seakan tidak begitu berarti disini. kecantikan sejati hanya berasal dari hati yang cantik. Yuri mengajarkan hal itu. walaupun hidupnya dikelilingi oleh orang-orang cantik rupawan yang berhati busuk, namun Yuri tidak pernah satu kalipun menjadikan kebusukan itu bersarang dalam hatinya. Yuri sangat naif, dia selalu berusaha mencari dan menemukan kebaikan dalam diri setiap orang. kenaifannya dipadu ketulusan dan kebaikan hatinya yang tak terbendung. walaupun Ia tidak dicintai dan tidak diharapkan, namun Yuri selalu menebar cinta kasih dimanapun sehingga pada akhirnya, Yuri adalah orang yang dicintai apa adanya oleh orang-orang disekitarnya. Yuri tidak pernah berpura-pura menjadi orang lain, selalu jujur pada hatinya dan selalu memikirkan perasaan orang lain. hal inilah kekuatan Yuri. bagaimana Ia berhasil menarik cahaya kebaikan dari hati orang-orang yang kelam merupakan buah dari kasih sayangnya yang tak terbatas. Yuri memang rendah diri tapi tak sekalipun Ia menginginkan kehidupan orang lain. Yuri bagaikan kuncup bunga mawar yang akan merekah dengan indahnya. dan itulah yang terjadi, pada akhirnya, Ia akan bahagia ^_^

kisah dalam komik ini bukan kisah picisan, inti ceritanya bagus dan memberikan pelajaran berharga. inilah kekuatan Akemi Yoshimura sang penulis komik yang memang piawai dalam membuat penokohan karakter dan cerita. dalam komik ini berisi kisah tentang keluarga, cinta dan kehidupan. setiap tokohnya memiliki karakter yang kuat yang turut membangun cerita. dalam setiap akhir halaman komik, akan ada essai dari orang-orang tentang komik ini. menarik sekali membaca essai mereka. jujur, aku menangis dan tertawa membaca komik ini. benar-benar menginspirasi. ini salah satu komik yang kukoleksi. salut! ^_^

“Let love lead the way…”