My Maturity Year = 2013

Well, kenapa saya kasih judul berbahasa inggris? Karena kalau diterjemahkan menjadi โ€œTahun 2013 adalah Tahun Kedewasaan Sayaโ€ rasanya dangdut banget, geli aja. Alasan saya menganggap Tahun 2013 ini adalah tahun kedewasaan saya karena.. saya baru 100% merasa dewasa dalam artian kematangan berpikir, kebijaksanaan dan pengendalian diri meningkat ya pada tahun ini.

Babak baru hidup saya dimulai dari pengalaman pertama bekerja di Bank Pemerintah ini, yang otomatis mengantarkan saya pada dunia baru, teman-teman baru, lingkungan baru, dan pengalaman seru. Saya yang anak rumahan berkesempatan merasakan pindah-pindah tempat tinggal sementara hingga 8x (mess, apartemen, kosan, hotel, mess lagi, apartemen lagi, hotel lagi, kosan lagi). Saya memiliki 27 sahabat baru (ODP 30), saya kembali ke kota kelahiran (numpang lahir) di Bandung, saya satu kosan dengan 3 orang kawan baik saya semasa kuliah, saya membeli sepeda motor pertama saya, dan pengalaman seru lainnya. Dan yang paling menarik, saya merasakan masa-masa dimana ingin sekali membeli tiket pulang ke Surabaya karena rindu keluarga ๐Ÿ™‚

Satu hal yang paling saya rasakan adalah KEBEBASAN. Kebebasan untuk melakukan apa saja yang saya mau dan saya sendiri yang akan menanggung akibatnya. Saya tidak bisa lagi menyalahkan orang, keadaan, atau apapun selain saya sendiri dalam kondisi sekarang. Karena pada dasarnya, saya sendirian. Saya harus membangun karir, nama baik, hidup, mimpi saya sendirian mulai sekarang (karena saya belum menikah haha). Saya membawa nama saya sendiri, bukan membawa nama kedua orang tua saya tercinta, almamater, keluarga, perusahaan. Semua orang sekarang melihat saya sebagai pribadi yang solid. Bukan Bella anaknya siapa, Bella lulusan ini, Bella dari suku ini, Bella mantannya ini, haha.. ini menimbulkan rasa bahagia juga frustasi.

  • Memilih baju apa yang akan dipakai hari ini. Memilih makan apa hari ini. Memilih warna make up apa hari ini. Memilih akan kemana hari ini. Too much too choose.
  • Mengatur keuangan sendiri, menyadari jika kita tidak mengatur arus uang kita, kitalah yang akan selalu diatur dengan keterbatasan uang. Seperti kata kawan saya, Cia, kombinasi boros dan loyal saya akan membawa kehancuran ๐Ÿ˜€ tapi yah.. namanya juga sedang belajar..
  • Mengatur berat badan. Saya kebablasan makan dan mengalami peningkatan berat badan drastis, alhasil ada harga mahal yang harus saya bayar sekarang. Diet, puasa dan olahraga. Serius, saya tidak mengomel akan hal ini, tapi jika waktu bisa diulang kembali, saya seharusnya mengontrol diri saya lebih keras. Nasi sudah jadi bubur, lemak tak dapat tertolak hihi..
  • Menjaga kesehatan. Tidak ada lagi Ibu yang selalu peka pada kesehatan saya karena saya tidak satu rumah lagi, tidak ada lagi komentar dari adik-adik saya jika saya melakukan hal yang membahayakan kesehatan, tidak ada lagi teguran dari Ayah saya soal berat badan saya. Ini lebih menakutkan daripada apapun. Hello, saya bahkan terlalu cuek dengan diri saya sendiri aslinya, jadi ini tantangan terberat saya.
  • Membagi waktu antara bekerja, tidur, makan, bersenang-senang itu cukup menantang.
  • Menemukan paradigma baru akan pernikahan, terimakasih atas teman-teman baru dan lingkungan baru. Saya sekarang yakin jika alasan untuk menikah adalah untuk membuat pasangan bahagia. Karena kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita juga. Alasan utama lainnya adalah menyempurnakan separuh agama serta membina keluarga.
  • Mencoba menghentikan kebiasaan buruk saya : MENUNDA-NUNDA. Ouch, sulit!
  • Menemukan cinta. Mungkin memang benar jika jodoh itu asalnya ya dari lingkaran-lingkaran kita saja. Dipertemukan kembali dengan kawan lama dan merasakan cinta. Sebenarnya ini hal teraneh yang terjadi pada saya di tahun ini. Logika saya mengatakan โ€œmari kita cobaโ€ tapi perasaan saya berteriak โ€œini yang terakhir!โ€. Menakjubkan ๐Ÿ™‚
  • Bertanggung jawab sepenuhnya beribadah kepada Allah SWT. Mau saya sholat apa tidak kek, mau saya mengaji apa tidak kek, itu semua hanya saya dan Allah saja yang tahu. Tidak ada orang yang akan mengingatkan atau menegur, ini sepenuhnya keputusan saya. Bersyukur menjadi sedikit lebih dekat dengan-Nya di tahun ini, semoga kedepannya semakin dekat lagi.
  • Kemandirian total. Mana ada orang yang tahu isi dompet saya, isi pikiran saya, masalah saya, kesehatan saya, emosi saya selain saya sendiri. Jadi pilihannya adalah hadapi atau menangis dalam doa.

Pada akhirnya, di tahun ini banyak hal-hal baik terjadi dalam hidup saya. Pekerjaan baru, wisuda S3 Ayahanda tercinta, kelulusan Anet kuliah, Nida lolos masuk S2, Elsa dan Jihan dengan status mahasiswa/pelajar baru, motor pertama saya, pacar baru, dsb.. saya bersyukur atas segala yang Allah SWTย  berikan, semoga saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Harapan saya di Tahun 2014 nanti adalah tubuh saya langsing, pengangkatan pegawai tetap, peluang bisnis serta komitmen jangka panjang. Bismillah!

2014, PLEASE BE NICE!