Instrospeksi Diri di Bulan Suci

Bulan Ramadhan tahun 2013 ini.. tak terasa sudah Hari ke-6 puasa, dan bertepatan dengan hari ini pula.. saya merasakan emosi meluap-luap yang mendalam. emosi ini berasal dari kantor, diri sendiri dan kesehatan. arrrrgh!

Pertama, saya baru saja belanja online dan transfer melalui ATM bank lain non tunai, error dan saldo saya terpotong namun tidak tepat seperti jumlah yang seharusnya saya transfer dan saya otomatis tidak memiliki bukti transfer karena prosesnya error. kedua, saya coba konfirmasi ke pihak store dan pihak sana belum menerima. kemungkinan saya rugi!

Kedua, pekerjaan saya sudah selesai dan tersisa pekerjaan2 yg terhambat tapi karena pihak lain dan sayalah yang disalahkan. lalu kalau saya sudah ga ada kerjaan saya terpaksa dan dipaksa menunggu yg lain pulang karena saya anak baru. jujur, itu buang-buang waktu! seharusnya saya bisa berbuka di kosan, saya bisa sholat tarawih jamaah di masjid.. jadinya batal semua.

Ketiga, masalah kesehatan. selama awal ramadhan perut saya sedikit bermasalah, pencernaan terganggu, sudah saya coba obati dan nihil. bahkan di awal puasa saya izin sakit karena radang tenggorokan + batuk parah mengganggu. tak lupa biaya berobat mahal serta ujung-ujungnya uang saya tidak diganti. hari ini saya merasakan mulas dan sakit tenggorokan disaat seharusnya saya sudah baikan.

Keempat, saya jadi tidur kemalaman karena jam pulang kantor malam, baru saya makan di kosan malam jam 8-an, minum obat, lalu menunggu 2-3 jam baru minum obat lagi sebelum tidur dan tidur. my cyrcadian rhtym troubled! efeknya saya kurang tidur padahal setelah sahur saya tidak boleh tidur karena jeda dari makan hingga tidur lagi minimal 2 jam. lalu saya akan berangkat pagi ke kantor dengan mood yang jelek.

Kelima, kesibukan saya membuat saya bahkan tidak sempat menelepon reguler ke Ibu dan mengingat serta memperhatikan detil detil mengenai keluarga saya nun jauh disana. saya jadinya merasakan guilty feeling terlebih mengingat tanggung jawab saya sebagai anak dan kakak pertama. rasa-rasanya saya lupa detil : “adik-adik saya ini lagi ngapain aja ya? jadwal Ibu apa ya? gimana kabar Papi?”

Keenam, saya sebagai anak baru memang sering diledekin dan dibecandain ama orang-orang kantor, tapi please.. dibikin malu di depan calon adik-adik junior di hari pertama mereka bertemu dengan saya? dan saya ga bisa defend hanya meledek balik? this is the worst feeling ever, when you feel so humiliated in front of strangers. bukan maksud jaim atau sok, saya hanya ingin orang2 kantor saja yg dekat dengan saya bukannya memasukkan mereka dalam lingkaran saya. dan saya paling benci dibanding-bandingkan, terlebih… siapa yang peduli?

COBA DITELITI. berapa poin saya menyalahkan pihak lain selain diri saya sendiri? lebih banyak saya menyalahkan sekitar kan.. manusiawi. saya dalam kondisi super kesal begini ga akan mau disalahkan. semua ini karena kebijakan kantor, semua karena orang-orang kantor, semua karena pekerjaan kantor, semua karena ATM error, semua karena kesibukan, semua aja SALAHNYA PIHAK LAIN bukan salah saya sendiri. jika ditelaah lagi dan saat saya mengetik ini pun saya sadar : Ini kan salah saya sendiri, bahkan jika apapun yang terjadi itu salah itu bisa dibuktikan bahwa ujung-ujungnya itu salah diri saya sendiri.

Jika saja saya lebih bersabar dan tidak menggunakan ATM sembarangan pasti tidak akan terjadi error, jika saya mampu me-manage waktu dan tenaga saya dengan baik saya pasti sehat terus, jika saya benar-benar peduli dan perhatian pasti keluarga saya tetap utama dan terlebih jika saja sikap apa yg saya tampilkan lebih baik maka orang-orang lain pun akan sedikitnya hormat, yap ini semua salah saya.

Merunut lagi ke belakang, saya sadar betul bahwa saya orang yg egois – populer – sensitif. walau saya jarang menampilkan sisi sensitif saya, sampai detik ini saya pun masih ingat kekesalan saya pada komen seorang teman di twitter, padahal itu setahun yg lalu dan setiap kali saya membaca tweet dia saya kesal. haha.. betapa busuknya hati ini? oya saya sadar saya populer karena entah kenapa dari dulu seperti itu, dan kepopuleran saya ada dalam kategori populer baik + buruk (bingung ya)

Dan pada titik ini, saya yg awalnya marah pada banyak pihak dan hal lalu marah pada diri sendiri dan pada akhirnya saya hanya bisa berucap “Astaghfirullah.. saya harus menjadi manusia yang lebih baik” sehingga malam ini saya memutuskan saya akan kembali jujur pada diri sendiri, memilah-milah apa saja salah dan dosa saya selama ini dan menuliskan di pikiran alam bawah sadar saya,

“Sudahkah hari ini saya menjadi orang yang lebih baik daripada kemarin ?”