PENGELANA CINTA

Seorang pengelana menuju ke arah utara…
Ia adalah pangeran dari Kerajaan Angkasa. Tubuhnya gagah perkasa, wawasannya luas dan ia terlatih dalm berperang di setiap pertempuran. Telah lama ia berkelana. Mencari. tak henti mencari. Mencari cinta.

Kerajaan Awan
muncul sesosok pria gagah berkuda yang datang dari arah selatan. para pria berdiri tegak untuk melihatnya. para wanita melirik padanya. sang pengelana duduk tegap melihat dengan pandangan lurus ke depan.
ia mengunjungi sang Raja. sang Raja menyambutnya seakan ia adalah kerabat lama. diperkenalkannya dengan seorang putri cantik. Putri Aurora. gadis yg lembut tutur katanya dan matanya sejernih awan di angkasa. sang pengelana tertegun.
terpesona dalam hitungan detik.

Kerajaan Laut
disambutlah seorang pria gagah yg muncul pada gerbang istana. sang Raja tergopoh menyambut karena telah lama tak ada orang asing datang. sang pengelana memperkenalkan dirinya dengan sangat berwibawa. sang Raja memanggil putrinya. Putri Hydrilla. sang putri berjalan anggun dikelilingi buih-buih perak. sangat cantik dan berwawasan seluas samudera. lagi-lagi sang pengelana tertegun.

Kerajaan Bumi
para pengawal membawa masuk seorang pria tampan dan gagah. sang Raja mengira ia adalah tawanan. sang pengelana memberikan hadiah pada sang Raja. hadiah dari setiap benua yg telah ia lalui. sang Raja senang. ia memperkenalkan sang pengelana pada putrinya. Putri Kirana. seorang putri cantik jelita yg tegas dalam setiap tutur bahasa. lincah dan bercita-cita. sekali lagi, pengelana terpana.

Pohon Pinus
dibawah pohon pinus duduklah sang pengelana. ia sedang berkeluh kesah. seekor burung pipit menghampirinya.

“Wahai pengelana tampan, apa kabar?”
“Baik.”
“Tampaknya engkau sedang bingung?”
“Ya, benar…”
“Ada apa?”
“Aku bingung.. aku dijodohkan oleh ketiga raja dari tiga kerajaan yg berbeda untuk dinikahkan dengan salah satu dari tiga putri nan cantik jelita..”
“Wah, kau lelaki beruntung! mengapa bingung?”
“Aku tak tahu harus memilih siapa?”
“Apa mereka cantik?”
“Ya.”
“Apa mereka pintar?”
“Ya.”
“Apa mereka baik hati?”
“Ya.”
“Apa engkau sudah mengenal mereka bertiga?”
“……”

“Apa kau sudah mengenal baik mereka bertiga?”
“Belum, hmm.. ya, belum.”
“Apa kau mau mendapatkan istri yg salah?”
“Tidak!”
“Kalau begitu, cepat kenalilah mereka lebih jauh.”
“Mengapa? mereka cantik,pintar,baik dan putri raja?!”
“Hahaha.. kuberitahu satu hal, kawan..”
“Apa?”

“Seorang wanita jangan hanya dilihat dari segi fisik, kecerdasan, kekayaan maupun status saja.. kenalilah mereka dengan tulus. kenalilah sifat mereka, isi pikiran mereka, semua hal tentang mereka. maka yg akan kau dapatkan bukan hanya istri yg cantik, pintar, baik, kaya saja…
kau akan mendapatkan istri yang SEMPURNA!”
“…………………………”

sang pengelana kemudian berlari. dia akan mengunjungi ketiga Putri tersebut. Bukan untuk memberikan keputusan. Namun untuk mendapatkan yang terbaik.