Feeling Blue

When I get down, down, down..

and trouble like my new friend

and a smile can’t make it better

I choose to keep silent

and thinking of my failure

then go to sleep

before it, I will cry, cry, cry..

let it all loud and pray..


and in the morning

I know that God give me a chance to start a new day

to renew my way and fix up my fault

so I will say,

alhamdulillah.. ^_^

Puisi untuknya

aku tak tahu apakah benar itu adalah kebenaran yang memaksa dibenarkan dengan adanya pembenaran darimu yang selalu merasa benar

aku benar benar tak mengerti bagaimana memahami kebenaran yang datang darimu yang selalu benar dalam segala aspek yang kurasa itu benar

saat benar benar tak pahami kebenaran itulah aku menemukan arti sebenar benarnya dirimu yang kuyakini ini adalah benar

bahwa kau salah.

Arti Senyuman

Ibu, hari ini engkau tak tersenyum

elok parasmu tertandingi kerutan di dahimu

wajah muram durja engkau tampakkan

saat menghitung biaya bulanan kali ini

Ayah, hari ini engkau tak tersenyum

peluh membasahi kemeja birumu nan lusuh

10 jam kau lalui dalam pekerjaanmu

namun tampaknya tak mengubah penghasilanmu

Adik, hari ini engkau tak tersenyum

sepatu baru yang dijanjikan Ibu tak kunjung terbeli

biaya sekolah yang dipastikan Ayah akan lunasΒ  tak kunjung terpenuhi

kau malu, sekolah tak lagi menyenangkan untukmu

Aku sendiri juga jarang tersenyum

Bahkan ku lupa kapan terakhir kali aku tersenyum

aku tak ingat kapan Ayah,Ibu dan Adikku tersenyum

senyuman menjadi sesuatu yang mahal saat ini

Sekarang aku bertekad satu hal

Berapapun harga mati yang harus kubayar

demi kembalinya senyuman pada Ayah,Ibu,Adik

dan pada diriku sendiri

pasti kan kubayar

lunas

CILIK

tik tak tik tak
jarum jam menunjuk siang
berlarilah kau keluar
senang

jes jes jes puur
lokomotif tua datang
berbinarlah sinar matamu
riang

cek cek cek cek
ayun langkahmu melibas air di jalanan
tak kau hiraukan rintikannya mengadu
menyenangkan

bruum brumm brumm brumm
raung ibumu meminta menutup hidungmu
namun kau tetap berjalan menghirup buangan knalpot itu
santai

tahun pun berganti…

ctak ctik ctak ctik
gema ketikan di keyboard mengalun lantang
kau biarkan manusia lalu lalang
apatis

klok klak klok klak
hentakan highheels-mu membahana
membuat mata lelaki melotot menyapa
arogan

tet tot tet tot
terbuang waktu tuk sekedar mengetik kata di layar hp
terlupakah engkau pada orang-orang tersayang
diam

bruk brak bruk brak
ganasnya hari ditambah kemarahanmu
kau biarkan luka tertoreh pada sembilu
kejam

dan kebahagiaan apa yang kau dapatkan?

PENGELANA CINTA

Seorang pengelana menuju ke arah utara…
Ia adalah pangeran dari Kerajaan Angkasa. Tubuhnya gagah perkasa, wawasannya luas dan ia terlatih dalm berperang di setiap pertempuran. Telah lama ia berkelana. Mencari. tak henti mencari. Mencari cinta.

Kerajaan Awan
muncul sesosok pria gagah berkuda yang datang dari arah selatan. para pria berdiri tegak untuk melihatnya. para wanita melirik padanya. sang pengelana duduk tegap melihat dengan pandangan lurus ke depan.
ia mengunjungi sang Raja. sang Raja menyambutnya seakan ia adalah kerabat lama. diperkenalkannya dengan seorang putri cantik. Putri Aurora. gadis yg lembut tutur katanya dan matanya sejernih awan di angkasa. sang pengelana tertegun.
terpesona dalam hitungan detik.

Kerajaan Laut
disambutlah seorang pria gagah yg muncul pada gerbang istana. sang Raja tergopoh menyambut karena telah lama tak ada orang asing datang. sang pengelana memperkenalkan dirinya dengan sangat berwibawa. sang Raja memanggil putrinya. Putri Hydrilla. sang putri berjalan anggun dikelilingi buih-buih perak. sangat cantik dan berwawasan seluas samudera. lagi-lagi sang pengelana tertegun.

Kerajaan Bumi
para pengawal membawa masuk seorang pria tampan dan gagah. sang Raja mengira ia adalah tawanan. sang pengelana memberikan hadiah pada sang Raja. hadiah dari setiap benua yg telah ia lalui. sang Raja senang. ia memperkenalkan sang pengelana pada putrinya. Putri Kirana. seorang putri cantik jelita yg tegas dalam setiap tutur bahasa. lincah dan bercita-cita. sekali lagi, pengelana terpana.

Pohon Pinus
dibawah pohon pinus duduklah sang pengelana. ia sedang berkeluh kesah. seekor burung pipit menghampirinya.

“Wahai pengelana tampan, apa kabar?”
“Baik.”
“Tampaknya engkau sedang bingung?”
“Ya, benar…”
“Ada apa?”
“Aku bingung.. aku dijodohkan oleh ketiga raja dari tiga kerajaan yg berbeda untuk dinikahkan dengan salah satu dari tiga putri nan cantik jelita..”
“Wah, kau lelaki beruntung! mengapa bingung?”
“Aku tak tahu harus memilih siapa?”
“Apa mereka cantik?”
“Ya.”
“Apa mereka pintar?”
“Ya.”
“Apa mereka baik hati?”
“Ya.”
“Apa engkau sudah mengenal mereka bertiga?”
“……”

“Apa kau sudah mengenal baik mereka bertiga?”
“Belum, hmm.. ya, belum.”
“Apa kau mau mendapatkan istri yg salah?”
“Tidak!”
“Kalau begitu, cepat kenalilah mereka lebih jauh.”
“Mengapa? mereka cantik,pintar,baik dan putri raja?!”
“Hahaha.. kuberitahu satu hal, kawan..”
“Apa?”

“Seorang wanita jangan hanya dilihat dari segi fisik, kecerdasan, kekayaan maupun status saja.. kenalilah mereka dengan tulus. kenalilah sifat mereka, isi pikiran mereka, semua hal tentang mereka. maka yg akan kau dapatkan bukan hanya istri yg cantik, pintar, baik, kaya saja…
kau akan mendapatkan istri yang SEMPURNA!”
“…………………………”

sang pengelana kemudian berlari. dia akan mengunjungi ketiga Putri tersebut. Bukan untuk memberikan keputusan. Namun untuk mendapatkan yang terbaik.