IDEA

IDEA = IDE. yang saya tekankan disini adalah ide usaha. saya tidak pernah bercita-cita menjadi pegawai seumur hidup, maklum bacaan saya dari jaman SMP saja sudah berbau wirausaha sedikit haha.. jadi salah satu impian saya adalah menjadi seorang entrepreneur! ๐Ÿ˜€

Banyak sekali peluang usaha disekitar kita, yang diperlukan adalah kemampuan melihat peluang itu dan mengembangkannya menjadi ide usaha konkrit dan berdaya jual tinggi. Manusia kan punya banyak kebutuhan mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut, mulai bayi hingga kembali ke tanah, semua bisa jadi usaha.

Bicara tentang ide usaha sih tidak perlu berpikir terlalu jauh, lihat saja sekitar kita, amati. sebagai contoh saya punya ide untuk usaha sepatu karena.. saya suka sepatu! saya juga punya ide usaha makanan, garmen, tas hingga saya punya ide usaha pembuatan salon muslimah.

Mau tahu kelanjutannya seperti apa? saya pribadi sedang membuat blueprint-nya, siapa tahu ada investor yang mau suntik dana, saya langsung siap, hehe.. ini sih usulan dari salah satu sahabat saya, dia bilang “idemu itu banyak ya, biar tidak hangus terlupa coba kamu tulis dan buat makalah kecil-kecilan” – yap, itu logis kan, sesuatu yang tercatat lebih gampang diingat ๐Ÿ™‚

Tuntutan saya saat ini sih mendapatkan pekerjaan dahulu kemudian saya terjun berbisnis, istilahnya: multitasking gitu haha.. bismillah saja, semoga Allah memberikan saya jalan yang terbaik, amin.. yang terbaik juga untuk anda ๐Ÿ™‚

Liputan Seminar Merry Riana 2012

Pada hari ini, Minggu tepatnya tanggal 9 Maret 2012, saya dan sahabat saya, Nissa berkesempatan menghadiri Professional Talk 2012 “Increasing Sales through Referral Mastery” an International Seminar with Merry Riana. bertempat di Universitas Kristen Petra Surabaya, saya dan Nissa sudah berangkat jam 9 pagi karena acara dimulai jam 10.

ย  Seminarnya di Auditorium kampus W, waah karena sedikit telat akhirnya kami terpaksa menempati posisi duduk di lantai 2. sedihnya karena kurang jelas deh melihat sosok Merry Riana. foto disamping juga diambil dari posisi duduk saya. baiklah, mari kita nikmati seminar ini! dan kaget juga ternyata seminar ini dibawakan dengan full in english, untunglah kami cukup jago hahahaa ๐Ÿ˜€

Sebelum dimulai, Mbak Merry Riana memberikan tips 3 rahasia belajar : partisipasi – open minded – action! kemudian beliau memberitahu apakah Referral Mastery itu. ini adalah kemampuan menguasai teknik rujukan. setiap manusia paling sedikit memiliki hubungan dengan 250 manusia lainnya dalam hidupnya (The Law of 250 byย  Joe Girard), ini berarti saat anda menawarkan sesuatu pada seseorang, orang tersebut dapat membuka kesempatan untuk anda mendapatkan penawaran dari 250 orang lainnya. ada tipe pangsa pasar yang ada yakni : Warm Market and Cold Market. Warm Market adalah pasar berisi semua orang yang anda kenal. Cold Market berisi orang-orang yang tidak anda kenal (strangers). Merry memberitahukan sebenarnya ada satu lagi yakni Hot Market. Hot Market inilah yang berisi rekomendasi seseorang alias referral. Inilah kekuatan referral. anda bisa saja menawarkan produk yang dibeli si A, kemudian karena si A puas dengan layanan anda, dia mereferensikannya pada temannya si B, si B memberitahu si C dan D dan pada akhirnya produk anda dibeli oleh si A+B+C+D dan seterusnya. menguasai ini (referral mastery) berarti anda menguasai penjualan.

Cara membuat referral berkualitas ada 2 yakni:

  1. Membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan klien dengan cara membina hubungan yang baik dibarengi dengan pengetahuan akan produk anda plus personal integrity. Merry mengisahkan ada salah satu kliennya yang berasal dari perusahaan lain yang karena dikecewakan oleh integritas calon salesman-nya, maka klien tersebut pindah menjadi klien Merry.
  2. Menciptakan pengalaman bagi klien dengan cara membuat pengalaman tak terlupakan dengan cara mencapai business level dan human level. business level adalah seberapa baik anda mengerjakan pekerjaan anda? hal ini dapat diterapkan dengan usaha anda untuk selalu memberikan lebih daripada yang diharapkan klien anda. layani klien anda sebelum anda menjual sesuatu padanya. BAM (Be Always Memorable). sementara human level adalah apa yang dirasakan klien pada anda? ada 3 cara untuk meraih kesan pada klien bahwa anda tak terlupakan. yang pertama adalah senyum anda, berikan senyum tulus terbaik anda pada klien. kedua, berikan pujian yang tulus (berikan pujian disertai alasan anda memujinya dan tanyakan pertanyaan seputar apa yang anda puji). ketiga, visibilitas bisnis anda.

ย ย  Merry Riana juga mengingatkan agar kita mengubah semua kebiasaan buruk kita menjadi kebiasaan baik yang akan terpancar dalam keseharian kita. menurutnya, ada 2 kunci sukses dalam hidup : people mastery dan personal mastery. people mastery adalah kemampuan kita untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang-orang. personal mastery adalah kemampuan untuk mengontrol diri sendiri. dan Merry mengajak agar kita harus punya GOAL (TUJUAN), sebuah mimpi yang memberikan kita arahan hidup. kita harus memiliki alasan yang sangat kuat dalam mengejar sesuatu sehingga apabila jatuh, kita akan cepat bangkit kembali!

Auditorium berisi sekitar 900 orang diajak Merry untuk berdiri dan merenungkan kata-kata “SAYA PASTI BISA!” serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. saya sempat merinding saat renungan ini. saya percaya saya pasti bisa! lalu sesi pertanyaan dimulai dan saya ikut menanyakan pada Merry bagaimana cara Ia mendapatkan modal untuk memulai bisnisnya? kemudia beliau menjawab bahwa semua dimulai dari kerja kerasnya sebagai sales person yang akhirnya membukukan angka pendapatan 1 juta dolar dan itu menjadi modal bagi bisnisnya kemudian. lalu dipilih 3 orang penanya terbaik untuk maju kedepan dan mendapatkan buku Mimpi Sejuta Dolar yang sudah ditandatangani Merry Riana dan berfoto bersama. Thanks God, saya termasuk tiga orang beruntung itu. saya akhirnya berjabat tangan dan mbak Merry berkata “Sukses terus ya!” yang saya aminin dalam hati ๐Ÿ™‚

ย  Setelah seminar berakhir maka acara selanjutnya adalah Meet and Greet yang khusus untuk semua peserta yang membawa buku. wah antriannya panjaang sekali.. akhirnya saya mendapatkan tanda tangan beliau sekali lagi!

Nissa juga antri. wah saya senang sekali berjabat tangan lagi dengan orang sukses yang menginspirasi saya ini. Merry Riana itu cantik loh, walaupun sudah memiliki anak namun wajahnya awet muda! young, pretty, success, wow… sungguh menginspirasi! impian saya juga mencapai ultimate financial freedom sebelum berusia 40 tahun ๐Ÿ™‚

Kebetulan Nissa juga berfoto bersama suami dari Mbak Merry Riana yakni Pak Alva, berikut fotonya:

Mbak Merry Riana ini juga ramah banget, senyumnya itu benar-benar sincere ๐Ÿ™‚ akhirnya di buku Mimpi Sejuta Dolar saya muncullah beberapa tulisan penuh kenangan serta tanda tangan beliau, terimakasih banyak.. what a wonderful day ๐Ÿ™‚

Terimakasih banyak Mbak Merry Riana, saya yakin saya pasti bisa sesukses anda, bahkan melebihi anda, semangat! ๐Ÿ™‚

Terima Kasih Ibu

Kasih sayang anak sepanjang jalan. Kasih sayang Ibu sepanjang zaman. -anonim-

Ini kisah 23 tahun yang lalu, saat seorang calon Ibu pertama kali mengandung anak pertamanya. Dokter yang merawatnya mengatakan anaknya kemungkinan besar seorang perempuan. sang calon Ibu bahagia dan merawat kandungannya dengan baik, sang dokter memberikan beberapa suplemen dan vitamin. tak berapa lama, kulit sang calon Ibu mengelupas dan terasa panas, kondisi tubuhnya juga semakin tidak fit. ada dugaan, suplemen yang diberikan dokter tersebut tidak cocok ataupun kadaluarsa. ada dugaan sedikit malpraktik. sang calon Ibu hanya berdoa dan berdoa semoga janin dalam perutnya selamat. itu saja. 27 Juni 1988 lahirlah sang anak, seorang perempuan dan oleh sang Ayah diberi nama Nabila Firdausi yang dalam bahasa Arab berarti “Kemuliaan Surga”. Ya, itu saya.

Semasa kecil, saya bertubuh kurus dan sedikit ringkih. saya pendiam dan pemalu. suatu kejadian terjadi saat usia saya menginjak 6 tahun, saya semakin kurus. saya ingat sebelum saya operasi, siang hari itu di kamar, saya tanya sama Ibu,

saya : “Bu, apa di operasi itu sakit?”

Ibu : “kan dibius, kamu tidak akan merasakan apa-apa, kamu nanti tidur.”

saya : “apa nanti aku bisa mati?”

Ibu : “husss, dokter bilang kamu pasti sembuh kog, sudah, tenang saja!”

saya yang masih kecil itu tidak tahu sama sekali bahwa operasi saya itu memiliki tingkat kesembuhan besar dan tidak ada yang meninggal karena gagal operasi itu, yah biasalah mungkin saya kebanyakan nonton telenovela ๐Ÿ˜€ hehe.. yang pasti mendengar jawaban Ibu saat itu saya menjadi tenang, saya ga akan mati cepat, saya punya banyak cita-cita! setelah operasi itu selesai, saya sehat, saya selamat! hoho.. namun saya tidak boleh melakukan aktivitas-aktivitas berat maupun olahraga berat karena kesehatan fisik saya menjadi berbeda.

sepanjang yang saya ingat, saya sudah berurusan dengan bermacam dokter, laboratorium dan rumah sakit. yah semoga saja nanti saya berjodoh dengan dokter, hahahhaaa… dan sepanjang yang saya ingat, saya selalu didampingi oleh Ibu saya. Ayah juga tapi yang paling sering Ibu saya. Ibu saya selalu bilang, diberi sakit itu cobaan dari Allah SWT agar saya kuat dan selalu bersyukur dan itu wujud cinta Allah SWT pada saya. saya sih mengamini saja. alhamdulillah sampai sekarang saya sehat, dan buktinya bisa mengetik artikel ini dengan lancar ๐Ÿ˜€

banyak yang bilang wajah saya mirip dengan wajah Ibu saya, kecuali alis saya. yang lebih aneh sekarang malah keluarga besar saya bilang saya mirip tante saya.

Ibu saya sangat baik dan sabar. Ibu saya seorang hafidzah, beliau hafal Al-Qur’an 30 juz diluar kepala. sudah pasti tempat Ibu saya nanti di surga. Ibu saya sangat pandai memasak, tetangga-tetangga saya saja terkadang memesan masakan pada Ibu. Ibu saya sangat sehat, tidak pernah sakit parah alhamdulillah walau sekarang keluhannya biasanya berkutat pada sakit di sendi lututnya. Ibu saya lah yang mengajari kelima putrinya mengaji dan dari kami kecil selalu mengajari pelajaran di sekolah dan membantu dalam mengerjakan PR. Ibu sayalah yang tahu benar semua karakter anak-anaknya. Ibu tidak pernah menyuruh, Ibu mencontohkan. Ibu tidak pernah memukul, Ibu mengingatkan. Ibu tidak pernah berkata jelek, Ibu memberi semangat. Ibu sangat pandai mengatur keuangan, Ibu mengajarkan untuk berhemat. Ibu selalu tersenyum, Ibu tidak pernah menangis di depan anak-anaknya kecuali saat Lebaran. Ibu selalu ada saat kami pulang dari sekolah/kampus, Ibu menyambut kami di rumah dengan sapaan. Ibu selalu bersabar, walaupun saya geregetan. Ibu memberi tahu kami banyak hal, bahkan, segala hal. Saya dan adik-adik sangat beruntung memiliki Ibu yang memilih menjadi seorang Ibu Rumah Tangga. kami tidak pernah kekurangan kasih sayang, selalu ada Ibu yang menunggu di rumah saat kami pulang, selalu ada Ibu yang menunggu kami pulang ke rumah hingga malam.

Sewaktu SMA, saya dan sahabat saya, Listy membuat hadiah di hari Ibu. kami membawa pensil warna ke sekolah. saya melukis Ibu saya dan berpuisi, Listy pun membuat puisi dan menghiasinya dengan gambar. sepulang sekolah kami membeli kue-kue di toko kue Rin di depan sekolah dan pulang. saat saya memberinya pada Ibu saya, Ibu sangat terharu. Ibu hanya memakan satu kue, yang lain dimakan adik-adik. namun lukisan saya itu langsung di-laminasi oleh Ibu dan disimpannya didalam lemarinya. sampai detik ini lukisan saya itu masih ada.

Ibu pernah bercerita bahwa Ibu pernah menangis saat nama saya disebut sebagai peraih NEM tertinggi di SD saya dan Ibu harus maju ke depan berpidato, Ibu bilang “bangga” pada saya. saya bertekad akan membahagiakan Ibu, Ayah dan keempat adik-adik saya. dan dalam waktu dekat saya akan membuat Ibu saya menangis bahagia lagi pada saya, yaitu saat saya diwisuda nanti. amin. Terimakasih Ibu, tiada kata dan benda yang bisa membalas semua jasa dan cinta kasihmu, saya sangat mencintaimu, Ibu.. ๐Ÿ™‚

Sepucuk Surat Dari Janda Korban Letusan Merapi, Mengharukan!

Mahasiswa yang tubuhnya penuh debu itu akhirnya menemukan tempat ibunya di barak pengungsi di kaki Merapi. Tapi ibunya sejak pagi tadi sudah dibawa relawan ke rumah sakit lantaran sesak napas akibat menghisap terlalu banyak debu vulkanik. Dua adik perempuannya ikut serta menemani ibu. Matanya yang cemas melihat secarik kertas menyembul dari tas tua milik ibunya. Dengan tangan gemetar ia ambil dan membuka lipatannya. Tulisan ibu.. ia mengenali tulisan indah ibunya..

 

โ€œAnakku.. kita sudah tak punya apa-apa lagi, nak. Semua sapi kita mati. Sawah kita yang hijau telah hangus berubah kelabu, hanya menyisakan timbunan debu. Ibu sudah tak dapat mengirim uang lagi untuk biaya kuliahmu. Seandainya bapakmu masih adaโ€ฆ ya Allah semoga almarhum telah damai di sisi-Mu..

Anakku.. yang ibu punya sekarang hanya doa. Doa yang selalu ada untuk putra-putri ibu. Katanya pemerintah akan mengganti ternak yang mati. Tapi ibu sudah tak berharap Sultan akan memenuhi janji. Ibu sudah berhenti berharap pada manusia. Ibu hanya ingin berharap pada Allah yang tak mungkin mengingkari janji-Nya. Berharap pada manusia sering membuat kita kecewa.

 

Harta benda kita memang sudah musnah. Tapi kita punya Tuhan. Kita punya janji-Nya yang pasti terpenuhi. Percayalah nak, Tuhan akan menurunkan kebaikan kepada orang-orang yang berusaha menjadi hamba-Nya yang baik. Kamu putra ibu yang kuat, bantulah sesama dengan tenagamu. Kamu putra ibu yang cerdas, bantulah sesama dengan kepintaranmu. Kalau kelak kamu mendapat anugerah rizki-Nya, ringankan hatimu untuk selalu bersedekah. Sayangi dirimu dengan menyayangi sesamaโ€ฆ

 

Anakku, janganlah pernah melupakan Allah, agar Allah tak melupakanmu. Teruslah untuk mengingat Allah, baik di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah nama-nama-Nya yang indah dengan hatimu untuk mengusir semua resah dan gelisah. Zikrullah itu nak, akan menenteramkan hatimu.. akan memekarkan setiap kuntum bunga di taman hatimu.

 

Anakku.. Merapi ini gunung kita, kampung kita. Merapi ini tumpah darahmu. Kelak kamu mungkin pergi jauh meninggalkan Merapi.. tapi merapi akan tetap menjadi kampung halamanmu. Udara pertama yang kamu hirup udara Merapi. Air pertama yang kamu minum air Merapi. Makanan pertama yang kamu makan tumbuh di Merapi. Tanah pertama yang kamu injak tanah Merapi. Sahabat pertama yang kamu kenal adalah orang Merapi. Kamu akan selalu merindukannya, sebab separo jiwamu ada di sini.. di merapi ini.

 

Jangan pernah marah pada Merapi, anakku, sebab gunung ini tak bersalah. Gunung Merapi tak pernah marah. Gunung ini bergerak, terus bergerak sembari bertasbih untuk memenuhi takdirnya menjaga keseimbangan bumi. Gunung adalah pasak yang mengutuhkan bumi kita.

 

Tetaplah menyayangi gunung kita, Merapi kita.. dengan tidak mencederai hutannya, bebatuannya, airnya. Tetaplah tersenyum pada Merapi kita agar Merapi juga tersenyum untuk kita. Merapi akan selalu menyimpan anugerah Tuhan untuk orang-orang yang hidup bersamanya. Teruslah berusaha untuk memahami gunung kita, sebab kitalah yang harus menyesuaikan diri untuk hidup bersamanya. Jangan pernah memaksa gunung untuk menyesuaikan dirinya pada kita..

 

Anakku.. kamu putra ibu.. dan akan selalu menjadi putra ibu.

 

Usai membaca kalimat terakhir yang ditulis ibunya, anak muda itu tak dapat lagi menahan gejolak hatinya. Sekujur tubuhnya bergetar, dadanya gemuruh, lalu tangisnya meledak dengan tubuh luruh bersimpuh. Air matanya meleleh bercampur debu.

 

โ€œSubhanallah.. iya ibu, saya putra ibu.. selamanya tetap menjadi putra ibu. Ibu adalah mata airku.. selamanya menjadi mata air untuk putramu ibuโ€ฆโ€

 

Sumber : http://ruanghati.com/2010/11/13/sepucuk-surat-dari-janda-korban-letusan-merapi-mengharukan/

Surat untuk Guru

Setelah melihat film 3 Idiots dan tertawa, terharu serta terinspirasi darinya, aku teringat kisah lamaku..

awal dari kebencianku pada matematika saat kelas IV SD. bukan, bukan karena nilaiku jelek atau apa, aku selalu dapat nilai bagus, selalu ranking satu bahkan akulah peraih NEM tertinggi di SD-ku. aku tidak suka dengan guru matematika-ku, panggil saja Pak X.

Pak X adalah pria bertubuh gemuk, berkulit cerah, tinggi besar, berkumis tebal dan selalu memakai kopiah (peci). ย Ia akan menaiki tangga menuju kelas kami di lanai 2 dengan perlahan dan terengah-engah. sambil memasuki kelas, Ia akan mengusap wajahnya yg penuh keringat dengan saputangan kemudian baru berkata “Assalamu’alaikum!” yg akan kami jawab serentak. seperti biasa, Ia akan menyuruh kami membuka buku matematika dan menerangkan bla bla bla. jika kondisi udara semakin memanas, Ia akan terlihat gerah dan bosan dan memulai rutinitas ini. ia akan menuliskan beberapa soal di papan tulis dan menyuruh kami maju ke depan untuk menyelesaikan soal. biasanya anak-anak cewek selalu maju duluan (karena kami, girls, jauh lebih rajin dan teliti dalam mengerjakan soal). saat sudah terlalu banyak anak yg mengerjakan soal dengan benar, Pak X akan terlihat lebih bosan lagi. kemudian Ia akan memanggil anak-anak cowok dan menyuruh mereka ke depan, terutama anak-anak yg terkenal “nakal” di sekolah. ketika satu persatu dari mereka gagal mengerjakan soal, Ia akan memarahi, mencaci maki dan menyuruh mereka semua agar lebih rajin belajar. terkadang namaku disebut , “Kalian harus rajin belajar seperti Nabila!” ujarnya sambil menunjukku (jujur, aku gag merasa nyaman ditunjuk seperti itu). ย namun favorit Pak X adalah seorang kawanku bernama Hasyim.

Hasyim adalah tipikal anak bertubuh tinggi dan sangat kurus, berkulit hitam legam dengan rambut cepak ikal dan wajah yang terkesan “memberontak”. ย Pak X akan tersenyum memanggilnya, merangkulnya dan menyuruh dia mengerjakan soal di depan. saat Hasyim mulai mencoba menulis, Pak X akan mulai membuat ragu dia, dengan berkata misalnya “Oh, benarkah itu? jadi rumusnya apa seperti itu?” dan sebagainya. saat Hasyim lagi-lagi gagal mengerjakan soal dengan benar, Pak X akan tersenyum dan berkata “Makanya, belajar yg rajin! jangan main saja! jangan suka mengelas besi seperti bapakmu itu! hahahaha..!” setelah puas mencaci maki dan menghina Hasyim, Pak X akan menyuruhnya kembali duduk. Entah apa ada dendam antara Pak X dengan Ayah Hasyim, yang pasti Pak X selalu menghina pekerjaan Ayah Hasyim sebagai tukang las besi. selalu seperti itu. seperti sebuah rutinitas.

Suatu hari, Pak X sedang dalam kondisi mood yang buruk. Ia hampir berteriak saat menyuruh kami mengumpulkan buku PR di depannya. kemudian Ia membaca satu persatu hasil PR kami sampai Ia berhenti pada suatu nama. “HASYIM! kenapa kamu hanya mengerjakan 3 soal?!” bentak Pak X. Hasyim menjawab dengan takut “Maaf Pak, saya cuma bisa mengerjakan 3 soal saja, yg lainnya saya tidak bisa..”. Dari 10 soal yg diberikan, Hasyim hanya menjawab 3 soal saja. Pak X mengamuk. Ia berlari menuju Hasyim dan menyeretnya ke depan kelas dengan menjewer telinga Hasyim hingga kemerahan. Lalu Ia berteriak “Kan sudah bapak ajarkan, gimana sih kamu? apa sih kerjaanmu? dasar GOBLOK!” Hasyim menundukkan kepala ..”OTAKMU itu seperti besi tua, karatan, tumpul! harus di-las dulu oleh bapakmu biar bisa dipakai!” badan Hasyim mulai bergetar ..“Sudah, kamu TIDAK USAH SEKOLAH SAJA, karena nanti juga ujung-ujungnya kamu cuma akan jadi TUKANG LAS sama seperti BUAPAKMUU!”. hening sekelas. dan aku melihat pemandangan yang takkan kulupakan.

Hasyim berdiri di depan kelas dengan bercucuran air mata. kedua tangannya yang kurus mencoba menghapus air terjun yg keluar dari kedua bola matanya. badannya bergetar hebat menarah amarah dan wajahnya kemerahan menahan sakit hati dan rasa malu. sementara Pak X mencaci maki dia banci-lah, cengeng-lah dan lainnya tanpa henti. tiba-tiba Hasyim berlari keluar ruangan kelas dan menuruni tangga. Pak X berteriak-teriak memanggil namun percuma. sejak saat itu, Hasyim tidak pernah datang di kelas matematika. tidak pernah ada Hasyim lagi di kelas kami. hingga dia terancam tidak naik kelas.

sungguh, aku merasa malu, aku merasa sedih, kenapa aku tidak bisa melakukan apapun saat itu? kenapa aku dan 35 anak lainnya hanya bisa terdiam melihat harga diri seorang Hasyim dihancurkan di depan mata? kalau kuingat sekarang, seharusnya dulu aku langsung berteriak ke Pak X, “STOP! jangan hina teman kami lagi! tidak ada yg tertawa di kelas ini, cuma bapak! kalau Hasyim tidak bisa mengerjakan soal, itu berarti cara mengajar bapak yang jelek! bukan salah dia! lalu kenapa kalau orang tua dia hanya tukang las? bisa saja nanti dia menjadi Presiden, Milyuner atau orang hebat lainnya, yg pasti Hasyim tidak akan pernah menjadi GURU JAHAT seperti bapak!” dan akan membuat Pak X berhenti menghinanya.

Namun, aku dulu hanya anak kecil yg selalu menurut saja dengan apa yg dikatakan guruku, baik atau buruk. Hasyim, dimanapun kau berada, aku sungguh minta maaf karena dulu tidak bisa membelamu, tidak bisa menahan tangismu, tidak bisa berbuat apapun. maaf sekali.. dan semoga kamu sekarang berbahagia dan sukses, amin..

Doa saya, semoga tidak akan ada lagi GURU di Indonesia ini yg masih menggunakan metode mencaci, menghina, mempermalukan anak, hingga menghukum dengan hukuman fisik. itu bukan GURU, itu cara seorang penjahat!

SE (Studi Ekskursi) TI 2007 ke JKT-BDG

Tepatnya tanggal 22 Februari – 28 Februari 2010 kemarin, mahasiswa angkatan 2007 jurusan Teknik Industri ITS (angkatanku tuh, hehe) berangkat dari kampus tercinta, dilepas oleh Ketua Jurusan terbaik, Bu Sri Gunani menuju perjalanan panjang ke Jakarta-Surabaya…

senang banget akhirnya berangkat SE juga!

Perjalanan diawali dengan kunjungan ke Petrokimia-Gresik dan lanjut menuju Jakarta,tiba malam hari di Jakarta dan lalu esoknya kunjungan ke XL, Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA) yang pabriknya keren banget!!, dan malemnya ke Hotel Pinangsia di Kota Tua Jakarta, sumpah ni hotel gag banget, huhu.. temu alumni Jakarta.. capek tapi seneng..

Esoknya ke Bank Mandiri disambut ramah sekali dan puas! kemudian ke perusahaan2 lain, asli, SERU ABISSS!!!

Sastra dalam komik = For the Rose

Pernah membaca atau melihat komik berjudul “For the Rose” ? bagaimana perasaanmu setelah membacanya? kuharap sama sepertiku, aku merasa : INSPIRED (baca: terinspirasi) setelah membaca komik tebal dari jilid 1 – 9 ini, keren banget!!!

For The Rose

Kisah dimulai saat Yuri Makurano mengalami cobaan berturut-turut : gagal ujian masuk universitas, diputuskan pacar pertamanya, neneknya meninggal dunia, diusir dari apartemen. kemudian Yuri mendapat surat wasiat neneknya yang mengabarkan bahwa Yuri sebenarnya adalah anak dari artis besar, Shoko Hanai. berbekal akte kelahiran, Yuri mendatangi rumah keluarganya. ternyata ada kejutan lain, di rumah itu dia memiliki 3 saudara yang semuanya berasal dari ayah yang berbeda-beda karena hobi ibunya adalah kawin-cerai. anak pertama, Kak Fuyo, wanita cantik yang sangat pemalas dan berlidah tajam serta pernah menikah namun bercerai. anak kedua, Sumire, pria tampan berkacamata hitam yang membenci cewek setelah meninggalnya kekasihnya, Seri. anak keempat, Aoi, remaja tampan yang berwajah lebih cantik daripada perempuan dan homo. posisi anak ketga ditempati Yuri. karena Yuri seorang gadis pendek, gemuk, jelek, berjerawat dan tidak menarik sama sekali, Ia menjadi bahan olokan dan hinaan saudaranya yang lain yang cantik rupawan. bahkan Yuri yang memang sedikit rendah diri itu menganggap dirinya sebagai pembantu di rumah.

Masalah mulai muncul saat Yuri tahu bahwa cinta pertamanya adalah Sumire. saat itu pula, Ia memergoki Aoi mencium Sumire yang tertidur. Konflik terjadi saat Aoi berseteru dengan Yuri karena dianggap penghalang cintanya. Kak Fuyo pun tidak membantu malah membuat panas suasana. lama kelamaan cinta Yuri pada Sumire semakin kuat dan besar. masalah demi masalah muncul. pada akhirnya Aoi akan jatuh cinta pada Yuri sedangkan Sumire mulai menaruh hati juga pada Yuri. karena Yuri secara sah bukan anak kandung Shoko maka Yuri dapat menikah dengan Sumire. kisahnya berakhir bahagia dan kesemua tokohnya mendapatkan pencerahan masing-masing.

yang dicermati dalam komik ini adalah statement , THE BEAUTY AND THE BEAST. klasik namun tak pernah basi. dalam komik ini diberikan paradigma baru akan arti cantik dan jelek. mengapa orang jelek selalu terhina dan orang cantik selalu dipuja seakan tidak begitu berarti disini. kecantikan sejati hanya berasal dari hati yang cantik. Yuri mengajarkan hal itu. walaupun hidupnya dikelilingi oleh orang-orang cantik rupawan yang berhati busuk, namun Yuri tidak pernah satu kalipun menjadikan kebusukan itu bersarang dalam hatinya. Yuri sangat naif, dia selalu berusaha mencari dan menemukan kebaikan dalam diri setiap orang. kenaifannya dipadu ketulusan dan kebaikan hatinya yang tak terbendung. walaupun Ia tidak dicintai dan tidak diharapkan, namun Yuri selalu menebar cinta kasih dimanapun sehingga pada akhirnya, Yuri adalah orang yang dicintai apa adanya oleh orang-orang disekitarnya. Yuri tidak pernah berpura-pura menjadi orang lain, selalu jujur pada hatinya dan selalu memikirkan perasaan orang lain. hal inilah kekuatan Yuri. bagaimana Ia berhasil menarik cahaya kebaikan dari hati orang-orang yang kelam merupakan buah dari kasih sayangnya yang tak terbatas. Yuri memang rendah diri tapi tak sekalipun Ia menginginkan kehidupan orang lain. Yuri bagaikan kuncup bunga mawar yang akan merekah dengan indahnya. dan itulah yang terjadi, pada akhirnya, Ia akan bahagia ^_^

kisah dalam komik ini bukan kisah picisan, inti ceritanya bagus dan memberikan pelajaran berharga. inilah kekuatan Akemi Yoshimura sang penulis komik yang memang piawai dalam membuat penokohan karakter dan cerita. dalam komik ini berisi kisah tentang keluarga, cinta dan kehidupan. setiap tokohnya memiliki karakter yang kuat yang turut membangun cerita. dalam setiap akhir halaman komik, akan ada essai dari orang-orang tentang komik ini. menarik sekali membaca essai mereka. jujur, aku menangis dan tertawa membaca komik ini. benar-benar menginspirasi. ini salah satu komik yang kukoleksi. salut! ^_^

“Let love lead the way…”