Bank BTN Menyambut 2017 dengan Gaya Casual

Ada yg berbeda dengan penampilan para pegawai Bank BTN Hari ini (Jum’at, 6 Des 2017). Selain Customer Service dan Teller, pegawai lain (back office) tampak mengenakan pakaian sopan dan casual berwarna-warni serta banyak yg menggunakan celana jeans.

Ya mulai tahun 2017 ini setiap hari Jum’at para pegawai menggunakan pakaian casual bebas rapi. Perubahan ini membawa keceriaan dan semangat baru bagi para pegawai khususnya BTN Kantor Cabang Batam.

Saya sendiri senang bisa pakai celana jeans ke Kantor haha.. semoga Hal ini membawa dampak positif pada semangat kerja kami semua 💟

Kantor adalah Hutan Rimba

Oke bagi para freshman alias fresh graduates, saya katakan di awal ya.. bahwa “Kantor adalah Hutan rimba” dont say I didnt warn you.. hahaa, tapi jangan takut..

Jadi saya pernah bertanya kepada Ayahanda yg seorang akademisi “kenapa Buya ga kerja kantoran?” Jawaban beliau singkat “karena Kantor itu penuh politik.” Okay saat itu saya ga ngerti apa maksudnya, sekarang setelah hampir 4 tahun bekerja saya paham seutuhnya.

Dunia Kantor adalah Hutan rimba dimana yang kuat memakan yang lemah. Yang kuat disini adalah orang2 yg kuat politiknya alias punya koneksi kuat dengan management Kantor. Itulah yg dimaksud Ayahanda saya dengan politik. Tidak semua pejabat/atasan di Kantor Anda nanti adalah orang terpilih yg pandai cakap dan leadershipnya kuat. Sebagian besar adalah orang yang “pandai menjilat” atasan yg lain haha..

Ini tips untuk Anda agar bertahan di dunia hutan rimba: “ADAPTASI

Maksudnya adaptasi disini, Anda harus bisa mengenal lingkungan Kantor. Anda coba perhatikan semua personel di dalamnya, kebiasaan atasan Anda, perilaku di unit Anda, apa yg digosipkan rekan kerja Anda, Anda amati semuanya! Jika Bos suka berdiskusi dan berfikiran terbuka, Anda harus bisa menunjukkan ide ide Anda. Jika rekan kerja pemalas, Anda harus bisa menunjukkan Anda berbeda dengannya. Jika senior suka mencela, Anda harus bisa menangkis celaan menjadi candaan. Kuasai keadaan!

Tips berhubungan baik di Kantor : kepada rekan kerja jadilah orang yg ramah dan sopan. Kepada Atasan jadilah orang yg sangat membantu pekerjaannya selesai. 

Anda tidak butuh politik kotor saling menjilat sana sini, Anda bekerja bukan karena Atasan tapi karena Anda ingin memberikan suatu nilai lebih kepada Perusahaan. Selamat bekerja! 😍

JNE yang Menyebalkan

Saya sering berbelanja via online shop maupun menerima paket dari keluarga. Biasanya pengiriman menggunakan layanan jasa kurir kiriman. Saya tidak pernah mendapatkan masalah apapun hingga akhirnya JNE merugikan saya..

Pada tgl 28 September 2015 saya memesan Glucogen. Saya minta dikirimkan ke alamat kosan saya karena alamat kosan kawan saya agak beribet. Distributor mengatakan pada tgl 29 langsung dikirimkan via JNE. saat saya cek nomor resi saya yakni 2812913040008 ternyata melalui web JNE sudah terkirim dan diterima pembantu kosan saya yakni Febri pada jam 18.10 WIB. Yg saya heran pertama kali adalah Febri bukan pembantu tapi satpam kosan, baiklah mungkin salah persepsi aja pikirku.

Kemudian saya telpon Febri tgl 31 Oktober krn posisi saya saat itu di kota Solo. Febri mengatakan dia belum menerima paket apapun semalam. Semalam cm ada dia saja krn yg lain membantu bapak kosan packing ke Yogya. Saya mulai curiga dan berfikiran buruk kepada Febri.

Saat saya sampai kembali di Bandung, saya cek kemana2 dan satu kosan belum menerima paket apapun untuk saya. Saat itu Febri sudah bukan jaga shift lagi melainkan satpam satunya yakni Yudi. Beberapa hari kemudian saya ke JNE Soekarno Hatta kantor pusatnya yg di Bandung ini. Oleh Customer Service saya di printkan bukti di sistem seperti ini:

image

Saya menyampaikan masalah saya bahwa paket hingga detik ini belum diterima. CS mengatakan saya harus menunggu 1-3 hari nanti akan dikontak pihak JNE. hari ke-4 saya ditelpon seseorang yg mengaku dari JNE, dengan suara gugup dia bilang bahwa paketan saya disimpan di pos satpam depan itu. Tiba-tiba telponnya terputus dan saya tidak bisa kontak ulang nomernya tidak dapat dihubungi.

Saya cek lagi di pos satpam dan tetap ga ada. Saya datangi lagi JNE dan lagi2 saya disuruh menunggu 1-3 hari akan dikontak. Esoknya saya ditelpon seseorang lagi yg mengaku dari JNE blg bahwa paketannya sudah diterima Febri, malam itu di pos satpam ada 3 laki-laki dan oleh Yudi dibawalah paket saya ke dalam kosan. Tiba-tiba telpon lagi2 terputus dan tidak bisa saya kontak ulang.

Saya datangi lagi JNE (perlu diketahui jarak antara kosan saya dengan JNE tersebut mencapai 50 menit belum macetnya). Saat itu CS sudah tutup dan saya minta tolong diberikan nomer HP kurir JNE tapi petugas bilang hanya CS yg bisa memberikan nomernya.

Besoknya saya telpon kantor JNE dan yg menerima telpon adalah CS yg berbeda dr yg pertama, lagi2 saya diminta menunggu 4-5 hari untuk dicarikan bukti asli penerimaan resi saya. CS jg menjanjikan kurir tersebut akan datangi langsung saya.

Suatu malam ada paketan untuk saya dari adik diantar oleh kurir yg bersangkutan yg bernama Nugraha Hidayat, saat sampai tiba-tiba dia nunjuk ke arah satpam saya dan bertanya “Febri ya, Febri kan? Kamu Febri kan?” satpam saya mengangguk dan bertanya siapa kurir itu. Saat Febri ingat masalah paketan dan mau konfirmasi, kurirnya sudah balik pergi. Febri lalu melapor ke saya bahwa td ada kurir yg baru pertama kali dia lihat nunjuk2 dan nanya nama dia.

Besok malamnya Febri mengetuk kamar saya lapor bahwa ada kurir JNE yg namanya Nugraha datang mencari saya. Kemudian kami bertiga berhadapan. Kurir Nugraha itu bercerita pada malam tgl 30 September itu ada 3 lelaki duduk2 di pos satpam, yg menerima Febri dan ttd kemudian satpam satunya Yudi yg membawa paket saya ke dalam kosan. Satpam Febri langsung membantah karena pada tgl itu Yudi tidak ada karena tgl itu jadwalnya Febri yg jaga shift. Kurir dengan wajah bingung bilang pokoknya ada 3 orang aja, ga terlalu jelas mukanya. Febri blg malam itu yg ada cm dia, kosan sepi krn bapak kosan pergi ke Yogya. Dan baru kmrn aja Febri ngelihat si kurir, Febri jg menanyakan kenapa kalau si kurir pernah memberi paket ke Febri si kurir kmrn nanya2 Febri ya ini Febri kan? si kurir tidak bisa menjawab.

Kemudian si Kurir memberikan pada saya selembar fotocopy bukti penerimaan asli, yg paling aneh adalah semuanya tulisan buram tapi hanya TTD dan nama terang Febri yg tulisannya jelas dan tebal. Waktu saya dan Febri menanyakan keanehan itu si Kurir tidak bisa menjawab dan malah menawarkan besok dia akan bawa yg aslinya untuk saya. Saya tolak karen saya ga percaya dan satpam saya Febri sudah emosi sama si Kurir. Kurir pamit dan Febri menanyakan berapa nilai paketannya, 200rb atau 300rb akan dia ganti drpd terus salah paham. Saya ga tega karena harga paketan saya itu 1.5juta, satpam saya kaget dan saya bilang gausa diganti krn akan saya urus ke JNE.

Minggu depannya hari Sabtu, saya baru sempat lagi ke JNE dan ternyata di sistem tertera bahwa kasus saya ditutup karena kurir sudah memberi penjelasan langsung kepada saya dan satpam. Saya KESAL DONG, MASA KASUS DITUTUP PADAHAL SAYA MASIH BELUM PUAS ATAS PENYELESAIANNYA. Saya minta kasusnya dibuka kembali dan CS minta waktu 4-5 hari saya akan dikontak kembali untuk diperlihatkan bukti asli penerimaan dan dipertemukan dengan kurir dan atasan langsung kurir tersebut. Sudah 5 hari berlalu dan saya belum dikontak pihak JNE sama sekali. Saya tidak akan menghapus postingan saya ini hingga kelar urusan ini. Satpam saya selalu memberi paketan apapun kepada saya kog, baru kali ini aja anehnya. Saya tunggu penyelesaian dari JNE!!!

Mayo Diet, let’s go!!!

Jadi sudah hari ke-5 ini saya mencoba Diet Mayo. Apa itu diet mayo? Diet tanpa garam, gula dan MSG (Monosodium Glutamate) ini pertama kali dikembangkan oleh Mayo Clinics USA. Diet ini harus dilakukan secara simultan selama 13 hari berturut-turut dan hanya boleh dilakukan setahun sekali. Saya membeli menu resepnya dari @kimberkitchen (instagram) seharga 100rb dan saya bagi sekarang untuk anda yg membutuhkan..

image

Menurut saya pribadi diet ini sangat menantang! Saya dipaksa makan terjadwal dengan menu rasa hambar, walaupun boleh menggunakan bumbu alami seperti bawang putih, paprika, lada, cabe bubuk, kunyit dsb, ya tetap saja aneh rasanya tanpa garam dan gula..

image

Dan inilah hasil karya saya pribadi, yap semua menu itu saya sendiri yg bikin karena saya ga sanggup ikut cateringnya mahal hehe..

Alhasil penuh perjuangan, setiap pulang dari kantor saya harus ke Yogya Riau Junction belanja bahan-bahan.. Dari jam 5.30 WIB saya sudah masak yg walaupun itu semua hanya boleh direbus/dikukus/digoreng dengan unsalted butter, tapi tetap saja membutuhkan waktu satu jam, apalagi saya setiap hari masak menu makan siang dan menu makan malam langsung karena saya biasa di kantor hingga malam..

Dalam 5 hari ini saya turun 3 kg loh, dan badan walau lemes tapi berasa sedikit ringan. Semoga saya berhasil menjalani 13 hari ini, amin!

Masjid Al-Ukhuwah Bandung

depanAlhamdulilah.. tak terasa bulan Ramadhan tahun 2014 ini memasuki 10 hari terakhir. Ini adalah Ramadhan kedua saya sebagai anak kosan (baca: anak perantauan). Saya semakin bersemangat mengejar Lailatul Qad’r di malam-malam ganjil terakhir ini. Semoga saya bisa mendapatkannya, amin..

Setelah setahun saya di Bandung ini (dalam rangka bekerja dan kebetulan penempatan saya disini), saya mengamati bahwa saat bulan suci Ramadhan ini warga Bandung memiliki semangat yang sama dengan warga Surabaya. Mulai dari ramainya jamaah berbagai Masjid, suasana ngabuburit yang menyebabkan macet, hiasan Ramadhan di berbagai mall dan perkantoran, hingga tak lupa di malam-malam ganjil banyak warga yang i’tikaf di masjid termasuk saya (walau tidak sampai menginap sih).

Salah satu Masjid favorit saya adalah Masjid Al-Ukhuwah yang berada di dekat Balaikota ini. Masjid ini cukup luas dengan tempat parkir yg lega, tempat wudhu bernuansa bebatuan dan yang paling saya suka adalah lantai masjid ini dari panel kayu. Arsitekturnya bagus dengan nuansa warna hijau zamrud dan keemasan.

image

Ini adalah foto on the spot, yang saya ambil dengan smartphone hasil THR saya, Asus Zenfone 5 (eh salah fokus hehe..). Terlihat mimbar depan dan bagian untuk akhwat (wanita) dibatasi oleh tirai-tirai hijau zamrud yang membatasi pandangan para ikhwan (pria). Banyak Ibu yang membawa anak-anaknya turut serta, saat saya tanya sih alasan mereka adalah ingin mengenalkan ibadah shalat tarawih selagi usia dini anaknya, luar biasa..

image

Masjid Al-Ukhuwah dengan dua lantai ini memiliki lampu gantung besar yang unik dan berdesain modern. Foto diatas adalah foto lampu gantung favorit saya di Masjid ini, nuansa modern dan hangat terpancar dari lampu berukuran raksasa ini.

Dengan plafon atas yang dibiarkan terlihat rangka baja bercat hijau, saya selalu suka memandangi bagian atas Masjid ini. Setiap hari, infaq yg terkumpul pada bulan Ramadhan ini berkisar 2-3juta. Dan ini selalu disampaikan sebelum kultum dilaksanakan. Suasana dingin dan sejuk di Masjid ini membuat betah para jamaahnya. Alhamdulillah juga hari ini saya khatam Al-Qur’an di Masjid ini 🙂

Saya sering shalat tarawih dan witir di Masjid ini. Selain karena 11 rakaat (hehe) juga para penceramah saat kultum pun bervariasi dan isi ceramahnya menarik. Saya lebih suka Masjid ini daripada Masjid Agung Bandung yang jauh sekali bila dibandingkan dengan Masjid Agung Al-Akbar Surabaya. Halaman Masjid Agung Bandung dipenuhi para PKL sehingga nuansa kumuh sudah terlihat dari luar Masjid. Bahkan rumor yang beredar ada beberapa PSK yang mangkal sering tertangkap saat razia di pelataran Masjid, naudzubillah.. Yah bukannya menjelekkan.. namun seharusnya Masjid Agung Bandung lebih dirawat.

image

Ini adalah foto suasana i’tikaf, saat saya memfoto ini sekitar pukul 21.30 WIB, sudah ada beberapa wanita yang bersiap i’tikaf disini. Mereka membawa tas besar yang sebagian besar berisi jaket / bantal kecil dan selimut. Mereka memakai kaos kaki karena suasana malam yang dingin. Sembari menunggu malam semakin larut, para wanita ini tadarrus Al-Qur’an, shalat sunnah hingga ada beberapa yang sudah terkapar tidur. Sedangkan di bagian akhwat memang sudah banyak pria yang memenuhinya, sebagian lagi di basement untuk menikmati jajanan di kantin Masjid.

image

Foto diatas adalah foto rombongan di sebelah saya yang membawa dua tas besar, saya kaget saat mereka mengeluarkan bed cover, bantal hingga boneka beruang. Ternyata ada dua anak kecil yang ikutan juga, pantas ada boneka segala. Adik-adik tersebut ikutan mengaji juga loh, Subhanallah… sesekali si adik kecil berambut panjang itu melirik ke saya yang sedang mengaji juga, Kami jadi lirik-lirikan deh haha..

Jika Anda berkunjung ke Bandung, mari mampir ke Masjid ini. Letaknya yg sangat strategis menjadikan Masjid Al-Ukhuwah ini selalu ramai setiap hari. Saran saya, datanglah sebelum adzan berkumandang karena parkiran kendaraan di Masjid ini sering penuh padat. Oya, di basement parkir terdapat kantin yg menjual makanan (seperti yang sudah saya sebutkan diatas). Serta ada minimarket yg dikelola pengurus Masjid. Saya juga ingin mengulas tentang Masjid Salman ITB, jika saya kesana lagi, akan saya bahas ya. Sekian, semoga bulan Ramadhan tahun ini jauh lebih baik daripada tahun lalu, amin.. 🙂

hijabead logo2

Foto Pribadi Jadi Media Kampanye No.1

Tepatnya 2 hari yang lalu, grup angkatan saya heboh. satu teman saya memposting foto kampanye No.1 yang ternyata ada foto saya dan adik-adik saya saat lebaran di Solo tahun 2011 lalu. Adalah Rachel Maryam, yang memposting foto ini di twitternya.

fotoku dijadikan media kampanyeSaya jelas kaget, kenapa Partisipan No.1 seenak jidat ambil aja foto dari google lalu dijadikan media kampanye. banyak yang nanya saya dapat apa? dapat rasa jengah iya. apa ga ada foto lain? apa mereka ga kuat menyewa model? zzz…

Kemudian kakak kelas saya memberitakan bahwa foto keluarga saya ada di sebuah situs informasi (hipwee.com) tapi untungnya dicantumkan sumbernya yakni alamat blog saya ini. tapi tetep saja makin membuat saya ngeri jangan-jangan selama ini banyak yg menggunakan foto saya diam-diam? hahaha.. sialan.

keluargaku muncul di situs hipwee.comPlease, jangan membuat saya berasa artis gini dengan nempel2 foto-foto pribadi saya seenaknya!

Media Setting ?

Masih segar dalam ingatan kita soal kasus yang terjadi di JIS (Jakarta International School). Kasus ini mengerikan, membuka mata kita bahwa dalam lingkungan yang aman yakni lingkungan pendidikan pun bahaya predator mengintai.

Yang perlu dicermati adalah saat kasus ini mencuat ke publik, muncullah beberapa kasus predator serupa di Sukabumi, Sumedang hingga Cianjur yang baru saja termuat media. Mengapa begitu cepatnya hanya dalam beberapa hari saja muncul berbagai kasus serupa? seakan aneka media berusaha memuat hal yang “sama”.

Saat saya diskusikan hal ini dengan rekan kantor yang dulunya mantan pegawai di salah satu televisi swasta nasional, dia memberitahukan bahwa itu semua adalah “media setting”. Maksudnya adalah saat muncul suatu berita yang menarik khalayak publik, media akan memunculkan berita-berita serupa yang dulunya ditahan demi kepentingan berbagai pihak. Dan ini terbukti, saat wawancara salah satu korban kasus di Sukabumi, korban tersebut keceplosan berkata “saya sudah lupa, kejadiannya sudah lama sekali.”

Berarti ada indikasi kasus di Sukabumi itu adalah kasus lama yang sengaja tidak dimuat di publik, namun saat “timing” yang pas, kasus itu akhirnya dimunculkan. Saya menjadi percaya bahwa semua berita apapun yang termuat di media apapun dalam skala apapun, sudah “sedikit direkayasa”. Itulah fungsi editor di berbagai media kan? Tak lupa pula kepentingan berbagai pihak mulai dari Pemerintah, pelaku usaha hingga pelaku politik. Oleh karenanya, saya akan mulai selektif dan lebih jeli lagi mengkonsumsi berita apapun di media 🙂