Media Setting ?

Masih segar dalam ingatan kita soal kasus yang terjadi di JIS (Jakarta International School). Kasus ini mengerikan, membuka mata kita bahwa dalam lingkungan yang aman yakni lingkungan pendidikan pun bahaya predator mengintai.

Yang perlu dicermati adalah saat kasus ini mencuat ke publik, muncullah beberapa kasus predator serupa di Sukabumi, Sumedang hingga Cianjur yang baru saja termuat media. Mengapa begitu cepatnya hanya dalam beberapa hari saja muncul berbagai kasus serupa? seakan aneka media berusaha memuat hal yang “sama”.

Saat saya diskusikan hal ini dengan rekan kantor yang dulunya mantan pegawai di salah satu televisi swasta nasional, dia memberitahukan bahwa itu semua adalah “media setting”. Maksudnya adalah saat muncul suatu berita yang menarik khalayak publik, media akan memunculkan berita-berita serupa yang dulunya ditahan demi kepentingan berbagai pihak. Dan ini terbukti, saat wawancara salah satu korban kasus di Sukabumi, korban tersebut keceplosan berkata “saya sudah lupa, kejadiannya sudah lama sekali.”

Berarti ada indikasi kasus di Sukabumi itu adalah kasus lama yang sengaja tidak dimuat di publik, namun saat “timing” yang pas, kasus itu akhirnya dimunculkan. Saya menjadi percaya bahwa semua berita apapun yang termuat di media apapun dalam skala apapun, sudah “sedikit direkayasa”. Itulah fungsi editor di berbagai media kan? Tak lupa pula kepentingan berbagai pihak mulai dari Pemerintah, pelaku usaha hingga pelaku politik. Oleh karenanya, saya akan mulai selektif dan lebih jeli lagi mengkonsumsi berita apapun di media 🙂