IDEA

IDEA = IDE. yang saya tekankan disini adalah ide usaha. saya tidak pernah bercita-cita menjadi pegawai seumur hidup, maklum bacaan saya dari jaman SMP saja sudah berbau wirausaha sedikit haha.. jadi salah satu impian saya adalah menjadi seorang entrepreneur! 😀

Banyak sekali peluang usaha disekitar kita, yang diperlukan adalah kemampuan melihat peluang itu dan mengembangkannya menjadi ide usaha konkrit dan berdaya jual tinggi. Manusia kan punya banyak kebutuhan mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut, mulai bayi hingga kembali ke tanah, semua bisa jadi usaha.

Bicara tentang ide usaha sih tidak perlu berpikir terlalu jauh, lihat saja sekitar kita, amati. sebagai contoh saya punya ide untuk usaha sepatu karena.. saya suka sepatu! saya juga punya ide usaha makanan, garmen, tas hingga saya punya ide usaha pembuatan salon muslimah.

Mau tahu kelanjutannya seperti apa? saya pribadi sedang membuat blueprint-nya, siapa tahu ada investor yang mau suntik dana, saya langsung siap, hehe.. ini sih usulan dari salah satu sahabat saya, dia bilang “idemu itu banyak ya, biar tidak hangus terlupa coba kamu tulis dan buat makalah kecil-kecilan” – yap, itu logis kan, sesuatu yang tercatat lebih gampang diingat 🙂

Tuntutan saya saat ini sih mendapatkan pekerjaan dahulu kemudian saya terjun berbisnis, istilahnya: multitasking gitu haha.. bismillah saja, semoga Allah memberikan saya jalan yang terbaik, amin.. yang terbaik juga untuk anda 🙂

Liputan Seminar Merry Riana 2012

Pada hari ini, Minggu tepatnya tanggal 9 Maret 2012, saya dan sahabat saya, Nissa berkesempatan menghadiri Professional Talk 2012 “Increasing Sales through Referral Mastery” an International Seminar with Merry Riana. bertempat di Universitas Kristen Petra Surabaya, saya dan Nissa sudah berangkat jam 9 pagi karena acara dimulai jam 10.

  Seminarnya di Auditorium kampus W, waah karena sedikit telat akhirnya kami terpaksa menempati posisi duduk di lantai 2. sedihnya karena kurang jelas deh melihat sosok Merry Riana. foto disamping juga diambil dari posisi duduk saya. baiklah, mari kita nikmati seminar ini! dan kaget juga ternyata seminar ini dibawakan dengan full in english, untunglah kami cukup jago hahahaa 😀

Sebelum dimulai, Mbak Merry Riana memberikan tips 3 rahasia belajar : partisipasi – open minded – action! kemudian beliau memberitahu apakah Referral Mastery itu. ini adalah kemampuan menguasai teknik rujukan. setiap manusia paling sedikit memiliki hubungan dengan 250 manusia lainnya dalam hidupnya (The Law of 250 by  Joe Girard), ini berarti saat anda menawarkan sesuatu pada seseorang, orang tersebut dapat membuka kesempatan untuk anda mendapatkan penawaran dari 250 orang lainnya. ada tipe pangsa pasar yang ada yakni : Warm Market and Cold Market. Warm Market adalah pasar berisi semua orang yang anda kenal. Cold Market berisi orang-orang yang tidak anda kenal (strangers). Merry memberitahukan sebenarnya ada satu lagi yakni Hot Market. Hot Market inilah yang berisi rekomendasi seseorang alias referral. Inilah kekuatan referral. anda bisa saja menawarkan produk yang dibeli si A, kemudian karena si A puas dengan layanan anda, dia mereferensikannya pada temannya si B, si B memberitahu si C dan D dan pada akhirnya produk anda dibeli oleh si A+B+C+D dan seterusnya. menguasai ini (referral mastery) berarti anda menguasai penjualan.

Cara membuat referral berkualitas ada 2 yakni:

  1. Membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan klien dengan cara membina hubungan yang baik dibarengi dengan pengetahuan akan produk anda plus personal integrity. Merry mengisahkan ada salah satu kliennya yang berasal dari perusahaan lain yang karena dikecewakan oleh integritas calon salesman-nya, maka klien tersebut pindah menjadi klien Merry.
  2. Menciptakan pengalaman bagi klien dengan cara membuat pengalaman tak terlupakan dengan cara mencapai business level dan human level. business level adalah seberapa baik anda mengerjakan pekerjaan anda? hal ini dapat diterapkan dengan usaha anda untuk selalu memberikan lebih daripada yang diharapkan klien anda. layani klien anda sebelum anda menjual sesuatu padanya. BAM (Be Always Memorable). sementara human level adalah apa yang dirasakan klien pada anda? ada 3 cara untuk meraih kesan pada klien bahwa anda tak terlupakan. yang pertama adalah senyum anda, berikan senyum tulus terbaik anda pada klien. kedua, berikan pujian yang tulus (berikan pujian disertai alasan anda memujinya dan tanyakan pertanyaan seputar apa yang anda puji). ketiga, visibilitas bisnis anda.

   Merry Riana juga mengingatkan agar kita mengubah semua kebiasaan buruk kita menjadi kebiasaan baik yang akan terpancar dalam keseharian kita. menurutnya, ada 2 kunci sukses dalam hidup : people mastery dan personal mastery. people mastery adalah kemampuan kita untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang-orang. personal mastery adalah kemampuan untuk mengontrol diri sendiri. dan Merry mengajak agar kita harus punya GOAL (TUJUAN), sebuah mimpi yang memberikan kita arahan hidup. kita harus memiliki alasan yang sangat kuat dalam mengejar sesuatu sehingga apabila jatuh, kita akan cepat bangkit kembali!

Auditorium berisi sekitar 900 orang diajak Merry untuk berdiri dan merenungkan kata-kata “SAYA PASTI BISA!” serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. saya sempat merinding saat renungan ini. saya percaya saya pasti bisa! lalu sesi pertanyaan dimulai dan saya ikut menanyakan pada Merry bagaimana cara Ia mendapatkan modal untuk memulai bisnisnya? kemudia beliau menjawab bahwa semua dimulai dari kerja kerasnya sebagai sales person yang akhirnya membukukan angka pendapatan 1 juta dolar dan itu menjadi modal bagi bisnisnya kemudian. lalu dipilih 3 orang penanya terbaik untuk maju kedepan dan mendapatkan buku Mimpi Sejuta Dolar yang sudah ditandatangani Merry Riana dan berfoto bersama. Thanks God, saya termasuk tiga orang beruntung itu. saya akhirnya berjabat tangan dan mbak Merry berkata “Sukses terus ya!” yang saya aminin dalam hati 🙂

  Setelah seminar berakhir maka acara selanjutnya adalah Meet and Greet yang khusus untuk semua peserta yang membawa buku. wah antriannya panjaang sekali.. akhirnya saya mendapatkan tanda tangan beliau sekali lagi!

Nissa juga antri. wah saya senang sekali berjabat tangan lagi dengan orang sukses yang menginspirasi saya ini. Merry Riana itu cantik loh, walaupun sudah memiliki anak namun wajahnya awet muda! young, pretty, success, wow… sungguh menginspirasi! impian saya juga mencapai ultimate financial freedom sebelum berusia 40 tahun 🙂

Kebetulan Nissa juga berfoto bersama suami dari Mbak Merry Riana yakni Pak Alva, berikut fotonya:

Mbak Merry Riana ini juga ramah banget, senyumnya itu benar-benar sincere 🙂 akhirnya di buku Mimpi Sejuta Dolar saya muncullah beberapa tulisan penuh kenangan serta tanda tangan beliau, terimakasih banyak.. what a wonderful day 🙂

Terimakasih banyak Mbak Merry Riana, saya yakin saya pasti bisa sesukses anda, bahkan melebihi anda, semangat! 🙂

Winter in Tokyo, a late review

Di waktu senggang menjelang hari wisuda bersejarah saya nanti, saya dengan sangat terlambat baru selesai menamatkan salah satu novel Ilana Tan yang berjudul Winter in Tokyo yang dicetak tahun 2008 lalu. iya, saya memang sangat telat membacanya hehe..

  Kenapa judulnya Winter in Tokyo? pertama, karena setting ceritanya saat musim dingin menjelang natal hingga februari. kedua, karena setting kotanya di Tokyo Jepang serta yang ketiga, tokoh utamanya adalah orang keturunan Jepang. novel setebal 313 halaman ini menyambut kita dengan ilustrasi cover-nya yang menarik (seperti tampak pada gambar disamping) dan kita akan dibuai dalam gaya tata bahasa yang lembut khas Ilana Tan. Novel ini bercerita tentang Nishimura Kazuto seorang fotografer ternama yang baru pindah ke Tokyo dalam usahanya melupakan patah hatinya di New York karena gadis yang dicintainya, Iwamoto Yuri memilih menikahi sahabat baiknya. Ia menetap di salah satu apartemen tua yang nyaman dan menjadi tetangga dari Ishida Keiko, seorang gadis pustakawan yang memiliki saudari kembar seorang model terkenal dan memiliki obsesi untuk bertemu dengan cinta pertamanya 13 tahun yang lalu yakni Kitano Akira.

Menjadi tetangga yang bersebelahan merupakan awal kedekatan Kazuto dan Keiko. mereka saling tarik menarik hingga akhirnya Keiko menemukan Akira sehingga Kazuto urung mengungkapkan perasaanya pada Keiko. masalah mulai datang saat Kazuto menjadi target seorang yakuza yang dendam karena pernah diusik oleh Kazuto. Kazuto dihajar hingga terluka parah dan mengalami amnesia sebagian. Kazuto lupa semua hal sejak Ia pindah ke Tokyo, termasuk Ia melupakan Keiko. perlahan Yuri kembali masuk dalam kehidupan Kazuto. akhirnya Keiko bertemu lagi namun Kazuto menjadi orang asing karena amnesia, Keiko pun merasa terusik dengan hadirnya Yuri dan pada saat yang sama Ia baru menyadari bahwa Ia jatuh cinta pada Kazuto. anehnya Kazuto dari awal melihat Keiko, hatinya langsung tertarik dan cemburu pada Akira. Yuri ternyata menyukai Kazuto dan menunggu jawaban cintanya. si yakuza yang takut identitasnya terbongkar memburu Kazuto untuk dibungkam.

Kazuto berusaha melindungi Keiko dari empat orang anak buah yakuza yang menghajarnya tanpa ampun hingga polisi tiba dan Kazuto serta Keiko selamat. Kazuto terluka parah, untunglah Keiko selamat. pada akhirnya baik Akira dan Yuri mengalah karena telah mengetahui dimana cinta gebetannya berlabuh. Kazuto akhirnya menyatakan cinta pada Keiko saat Valentine’s Day dan mereka hidup bahagia selamanya hehe.. memang inti cerita ini mudah ditebak, namun gaya tata bahasa dan detil penceritaan Ilana Tan akan membuat alur cerita ini begitu mengalir lembut dan tanpa ada paksaan disana sini.

Sayangnya, Ilana Tan “kurang mampu” mengeksplor unsur budaya Jepang secara homogen dalam novel ini. karena pembaca dari awal membaca judulnya saja sudah membayangkan suasana Tokyo itu seperti apa, yang pada kenyataannya tidak terlalu diumbar dalam novel ini. yah, mungkin saja judul Winter in Tokyo ini sendiri usulan dari editor agar novel ini menjual, hehe.. ada beberapa typo di dalam novel ini yang membuat saya sedikit terganggu. karakter penokohan juga menurut saya kurang kuat, tidak ada efek kesan yang kuat dari 2 tokoh utama ini.. yang terakhir, alur percakapan yang terlalu panjang dalam detil membuat saya pribadi agak bosan. mungkin karena saya terbiasa membaca novel dengan percakapan to the point ya hehe.. Secara umum, saya beri novel ini nilai 3.5 dari 5 bintang 🙂