Mengapa habis sahur tidak boleh tidur??

Menjelang Bulan Ramadhan 2011 ini, ada baiknya membaca dulu artikel ini 🙂

Tak sedikit orang yang memilih tidur setelah sahur biar tak mengantuk saat beraktivitas pagi harinya. Hati-hati, tidur usai sahur tidaklah baik untuk kesehatan. Namun, ada cara sehat bila ingin tidur habis sahur.

Tidur setelah makan tidaklah sehat menurut ilmu kedokteran. Hal ini karena sistem pencernaan masih belum selesai mengerjakan tugasnya, terutama lambung.

“Setelah makan, makanan akan disimpan di dalam lambung. Nah, ketika Anda langsung tidur, maka makanan itu akan berbalik arah lagi ke atas,” ujar Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Rabu (11/8/2010).

Menurut Dr Ari, kondisi ini disebut dengan refluks esofagus atau esophageal reflux, yaitu kembalinya makanan dari lambung ke dalam esofagus (saluran yang mengangkut makanan dari mulut ke perut).

Bila kondisi ini terjadi, maka makanan yang baru saja mencapai lambung akan berbalik arah menuju ke kerongkongan. Selain itu, tentu saja ada asam lambung yang terbawa oleh makanan tersebut.

Akibatnya, kerongkongan akan terasa kering, panas, kadang membuat orang merasa mual, mulas dan ingin muntah karena ada makanan yang berbalik arah. Hal ini akan semakin parah bila orang tersebut sudah menderita penyakit maag atau tungkak lambung.

Dilansir dari MedicineNet.com, makanan di perut sebagian dicerna oleh asam lambung dan enzim. Biasanya, sebagian kandungan asam lambung disampaikan oleh otot perut ke dalam usus kecil untuk pencernaan lebih lanjut.

Namun, dalam kondisi refluks esofagus, kandungan asam mundur sampai ke kerongkongan, kadang-kadang mencapai saluran pernapasan, yang dapat menyebabkan inflamasi (peradangan), kerusakan pada kerongkongan, paru-paru dan laring (kotak suara).

Proses keseluruhan secara medis disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Sebesar 10 persen dari penderita GERD pengembangkan Barret esofagus dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kerongkongan.

“Lambung kita kan kosong dalam waktu 6 jam atau 4 jam untuk makanan yang lebih ringan. Maka, setidaknya beri waktu lambung untuk mulai mencerna makanan, setidaknya lebih dari 1 jam setelah makan,” ungkap dokter sekaligus Wakil Sekjen PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).

Tapi bila Anda merasa sangat mengantuk, Dr Ari merekomendasikan beberapa cara sehat tidur usai sahur, yaitu:

1. Tidur 1-2 jam setelah makan
“Bila sahur jam 3-an, terus jangan langsung tidur. Kan bisa menunggu sampai adzan subuh, sekitar jam 5. Setelah itu Anda baru bisa tidur,” jelas Dr Ari.

2. Tidur dengan bantal ditinggikan
Bila Anda tidur tanpa bantal, maka dikhawatirkan ada gaya gravitasi yang membuat makanan dari lambung berbalik arah ke kerongkongan.

3. Tidur setengah duduk (tidak berbaring) bila Anda sudah merasa sangat mengantuk
4. Tidak makan makanan yang sulit dicerna, seperti makanan berlemak.

sumber: detik.com

Rahasia Langsing Orang Jepang

Orang Jepang dikenal dengan tubuhnya yang ramping dan memiliki usia panjang serta kualitas hidup baik. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh pola makan dan hidupnya yang dikenal dengan diet Jepang atau Japanese Diet.

Penelitian menunjukkan orang Jepang mengonsumsi berbagai jenis makanan dibandingkan dengan orang barat. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang Jepang mengonsumsi lebih dari 100 jenis makanan berbeda tiap minggunya, sementara orang barat hanya sekitar 30 jenis makanan.

“Sebelumnya orang berpikir ini semua karena adanya pengaruh dari gen, tapi ketika orang Jepang mengadopsi pola makan gaya barat berat badannya akan bertambah dengan cepat,” ujar Naomi Moriyama, penulis buku Japanese Women Don’t Get Old or Fat: Secrets of My Mother’s Tokyo Kitchen, seperti dikutip dari WebMD, Senin (28/3/2011).

Laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan bahwa orang Jepang memiliki rata-rata usia hidup sehat dan bebas cacat hingga 75 tahun, serta memiliki laju obesitas terendah.

Ada beberapa diet ala Jepang yang bisa dilakukan untuk membuat tubuh menjadi ramping serta panjang umur yaitu:

1. Makanlah dengan mata
Salah satu keajaiban makan gaya Jepang adalah keseimbangan yang sehat yang terdiri dari makanan rendah kalori yang lezat, disajikan dengan porsi yang indah dan terkontrol sehingga mendorong orang untuk makan dan menikmati makanan. Selain itu orang Jepang rata-rata mengonsumsi kalori 25 persen lebih sedikit dibanding orang Amerika.

2. Makanan disajikan dalam porsi kecil-kecil
Di Jepang makanan disajikan dalam piring dan mangkuk kecil yang terpisah sehingga tidak berada di satu piring besar. Hal ini karena orang bisa makan 45 persen lebih banyak ketika disajikan dalam porsi lebih besar.

3. Orang Jepang lebih memilih nasi
Umumnya beras di Jepang dimasak dan dimakan tanpa menggunakan mentega atau minyak, serta disajikan dalam satu mangkuk kecil setiap makan termasuk saat sarapan. Beras ini akan membantu mengisi kalori dan meninggalkan sedikit ruang kosong di perut.

4. Sangat senang dengan sayuran
Moriyana mengungkapkan kalau Jepang adalah satu negara yang gila sayuran, karena hampir semua jenis makanan di Jepang mencampurkan berbagai macam sayuran. Sebanyak 4-5 jenis sayuran berbeda bisa disajikan dalam satu kali makan. Sayuran ini biasanya direbus dalam kaldu berbumbu, ditumis atau dikukus ringan.

5. Lebih memilih ikan dibanding daging
Masyarakat Jepang lebih memilih mengonsumsi ikan dibanding daging sehingga jarang sekali makan daging merah, ikan yang menjadi favorit adalah salmon, tuna segar, mackerel, sardin dan herring yang merupakan sumber terbesar asam lemak omega 3 yang diketahui bagus untuk jantung.

6. Makanan penutup yang menyehatkan
Pencuci mulut khas Jepang adalah berbagai macam buah yang dikupas, diiris dan diatur di atas sebuah piring cantik atau bisa juga secangkir teh hijau khas Jepang yang kaya antioksidan. Hal ini berbeda dengan orang barat yang cenderung memilih es krim atau kue manis.

7. Orang Jepang lebih banyak berjalan
Berjalan atau pergi dengan menggunakan sepeda merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di Jepang. Selain itu peraturan di Jepang menuturkan untuk tidak memerlukan lift bagi bangunan yang hanya memiliki 4 lantai sehingga memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakatnya untuk membakar kalori.

woww memang keren ya kebudayaan makan di Jepang, patut untuk ditiru! selamat mencoba 🙂

sumber : Didik Sugiarto