Review Harry Potter 7 Part 01

Saya sudah nonton Harry Potter 7 Part 01 bersama Evan, pacar saya, hehe..

nonton di Tunjungan Plaza XXI 3hari setelah premiere, dan setelah mendapatkan tiket dan duduk di bioskop..

Adegan awal dimulai dengan Hermione memantrai “Obliviate” kepada kedua orangtuanya. ini adalah mantra untuk membuat orang lupa akan sesuatu. Hermione ingin agar orangtuanya lupa bahwa dia adalah putrinya karena Hermione bertekad akan mencari horcrux bersama Harry dan Ron.

Kemudian suasana tegang menjelang pemindahan Harry dari Privet Drive menuju tempat aman, langsung dibuka dengan adegan penyerangan Deadth Eater pada beberapa replika Harry Potter. dan Mad Eye Moody meninggal! kemudian ada adegan penyerangan ke rumah Bellatrix dan Dobby si peri meninggal.. *saya sedih sekali Dobby mati, dia peri yg baik hati*

lalu pernikahan Bill-Fleur yang romantis dan indah menjadi kacau karena penyerangan Deadth Eater.. lalu Voldemort meraja lela.. Ending film ini sampai kepada saat Voldemort mencuri tongkat sihir di makan Dumbledore. that’s it!

saya kasih rating 8.5 dari 10! bagusss!! ^^

A MUST SEE : HARRY POTTER and the deathly hallows

Sudah baca novel terakhir ini kan? apakah anda seperti saya yang tidak bisa menutup  novel ini kecuali saat tidur/makan? haha.. kalu begitu, mari kita bersama2 menantikan film Harry Potter 7 ini yang pastinya akan dibagi menjadi dua film. film pertama akan tayang 19 November 2010 ini dan film kedua akan tayang tahun 2011.

 

Banyak kritikus dan gimmick menyebutkan bahwa serial Haary Potter terakhir ini akan TEGANG dari awal sampai akhir film. Film akan dibuka dengan adegan Hermione yang menghapus ingatan orang tuanya tentang dirinya dan meninggalkan rumah. Adegan ini tidak terdapat dalam buku namun ditambahkan oleh Steve Kloves dan Dave Yates, penulis naskah film Harry Potter and The Deathly Hallows, agar penonton melihat pengorbanan Hermione, dan Ron, untuk menjadi teman Harry. Sebuah hal yang sebelumnya tidak begitu ditampilkan. seru kan? belum seberapa karena dalam film ini banyak yang akan mati dan terluka karena di film ini memang PERANG dimulai! apalagi dalam novel disebutkan banyaknya adegan pertempuran seru, penasaran kan ama gimana realisasinya di film? hmm.. gag sabar! Film terakhir ini akan menceritakan bagaimana Harry, Ron dan Hermione mencari horcrux yang tersisa dan menghancurkannya di bawah kejaran Voldermort dan Death Eaters. Jadi ingat saat Dumbledore meninggal, terharu lagi deh..

MAU DAPET TRAILERNYA? Download di HARRY POTTER 7 TRAILER

Pokoknya mari kita saksikan dan buktikan! =)

 

 

Sepucuk Surat Dari Janda Korban Letusan Merapi, Mengharukan!

Mahasiswa yang tubuhnya penuh debu itu akhirnya menemukan tempat ibunya di barak pengungsi di kaki Merapi. Tapi ibunya sejak pagi tadi sudah dibawa relawan ke rumah sakit lantaran sesak napas akibat menghisap terlalu banyak debu vulkanik. Dua adik perempuannya ikut serta menemani ibu. Matanya yang cemas melihat secarik kertas menyembul dari tas tua milik ibunya. Dengan tangan gemetar ia ambil dan membuka lipatannya. Tulisan ibu.. ia mengenali tulisan indah ibunya..

 

“Anakku.. kita sudah tak punya apa-apa lagi, nak. Semua sapi kita mati. Sawah kita yang hijau telah hangus berubah kelabu, hanya menyisakan timbunan debu. Ibu sudah tak dapat mengirim uang lagi untuk biaya kuliahmu. Seandainya bapakmu masih ada… ya Allah semoga almarhum telah damai di sisi-Mu..

Anakku.. yang ibu punya sekarang hanya doa. Doa yang selalu ada untuk putra-putri ibu. Katanya pemerintah akan mengganti ternak yang mati. Tapi ibu sudah tak berharap Sultan akan memenuhi janji. Ibu sudah berhenti berharap pada manusia. Ibu hanya ingin berharap pada Allah yang tak mungkin mengingkari janji-Nya. Berharap pada manusia sering membuat kita kecewa.

 

Harta benda kita memang sudah musnah. Tapi kita punya Tuhan. Kita punya janji-Nya yang pasti terpenuhi. Percayalah nak, Tuhan akan menurunkan kebaikan kepada orang-orang yang berusaha menjadi hamba-Nya yang baik. Kamu putra ibu yang kuat, bantulah sesama dengan tenagamu. Kamu putra ibu yang cerdas, bantulah sesama dengan kepintaranmu. Kalau kelak kamu mendapat anugerah rizki-Nya, ringankan hatimu untuk selalu bersedekah. Sayangi dirimu dengan menyayangi sesama…

 

Anakku, janganlah pernah melupakan Allah, agar Allah tak melupakanmu. Teruslah untuk mengingat Allah, baik di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah nama-nama-Nya yang indah dengan hatimu untuk mengusir semua resah dan gelisah. Zikrullah itu nak, akan menenteramkan hatimu.. akan memekarkan setiap kuntum bunga di taman hatimu.

 

Anakku.. Merapi ini gunung kita, kampung kita. Merapi ini tumpah darahmu. Kelak kamu mungkin pergi jauh meninggalkan Merapi.. tapi merapi akan tetap menjadi kampung halamanmu. Udara pertama yang kamu hirup udara Merapi. Air pertama yang kamu minum air Merapi. Makanan pertama yang kamu makan tumbuh di Merapi. Tanah pertama yang kamu injak tanah Merapi. Sahabat pertama yang kamu kenal adalah orang Merapi. Kamu akan selalu merindukannya, sebab separo jiwamu ada di sini.. di merapi ini.

 

Jangan pernah marah pada Merapi, anakku, sebab gunung ini tak bersalah. Gunung Merapi tak pernah marah. Gunung ini bergerak, terus bergerak sembari bertasbih untuk memenuhi takdirnya menjaga keseimbangan bumi. Gunung adalah pasak yang mengutuhkan bumi kita.

 

Tetaplah menyayangi gunung kita, Merapi kita.. dengan tidak mencederai hutannya, bebatuannya, airnya. Tetaplah tersenyum pada Merapi kita agar Merapi juga tersenyum untuk kita. Merapi akan selalu menyimpan anugerah Tuhan untuk orang-orang yang hidup bersamanya. Teruslah berusaha untuk memahami gunung kita, sebab kitalah yang harus menyesuaikan diri untuk hidup bersamanya. Jangan pernah memaksa gunung untuk menyesuaikan dirinya pada kita..

 

Anakku.. kamu putra ibu.. dan akan selalu menjadi putra ibu.

 

Usai membaca kalimat terakhir yang ditulis ibunya, anak muda itu tak dapat lagi menahan gejolak hatinya. Sekujur tubuhnya bergetar, dadanya gemuruh, lalu tangisnya meledak dengan tubuh luruh bersimpuh. Air matanya meleleh bercampur debu.

 

“Subhanallah.. iya ibu, saya putra ibu.. selamanya tetap menjadi putra ibu. Ibu adalah mata airku.. selamanya menjadi mata air untuk putramu ibu…”

 

Sumber : http://ruanghati.com/2010/11/13/sepucuk-surat-dari-janda-korban-letusan-merapi-mengharukan/