PONARI SWEAT : a magic boy from Indonesia

Saat ini di Indonesia ada seseorang yang namanya sangat terkenal mengalahkan deretan nama artis yang bercerai maupun

sederet pejabat yang ketahuan korupsi.. dialah.. PONARI!!

Ponari si bocah ajaib digendong kerabatnya Inilah fakta di Jombang, seorang bocah bernama Muhammad Ponari (10 tahun) yang mendapatkanย  batu ajaib seusai disambar petir kini menjadi fenomena yang mencengangkan. Ponari menjelma menjadi juru sembuh. Puluhan ribu orang berjejal di rumahnya di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Jawa Timur, bahkan hingga Jawa Tengah. Banyak orang berharap batu ajaib di tangan Ponari bisa menyembuhkan segala macam penyakit. walaupun [ara ahli kesehatan sepakat bahwa jikapun ada pasien yang “Sembuh” itu semua dikarenakan SUGESTI. pasien sebelumnya sudah bersugesti bahwa setelah Ia meminum air ajaib itu, ia pasti akan sembuh. Banyak korban nyawa berjatuhan karena berdesakan mengantri untuk berobat. bahkan kabarnya total penghasilan Ponari hingga saat ini lebih dari 450 juta rupiah! padahal Ia tak meminta bayaran, hanya sumbangan sukarela saja..

yang lebih keren lagi, Dusun tempat Ponari tinggal menjadi makmur kaya raya berkat para pasien Ponari. ada yang menjual makanan, tempat parkir, WC umum hingga jualan minum.

Berkat Ponari, kehidupan Dusun yang serba kekurangan menjadi terbantu. mungkin inilah fenomena aneh bin ajaibnya. warga mulai menjadikan Ponari sebagai obyek penghasilan dan anehnya lagi, walau proses pengobatan sangat singkat yakni Ponari dengan digendong kerabatnya hanya mencelupkan batu ajaib ke gelas demi gelas pasien secara berantai, namun jumlah pasien menjamur hingga RIBUAN ORANG setiap harinya!

Ada tiga hal yang perlu dicermati:

1. Mengapa masyarakat begitu percaya pada seorang anak dan batu ajaibnya?

2. Apakah akibat dari pengobatan biasa yang luar biasa mahal menjadikan masyarakat sangat antusias pada pengobatan alternatif seperti ini?

3. Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan Pemerintah? sekarang saja Ponari sudah tak diizinkan praktek, namun tetap saja pasien berdatangan hingga mereka menguras air di rumah Ponari yang mereka percayai “berkhasiat menyembuhkan” juga..

entahlah.. aku merasa keadaan ini ironis.. ck,ck,ck…